Logo Header Antaranews Sumbar

UBH berharap sinergi dengan Semen Padang dalam budidaya ikan bilih terus berlanjut

Senin, 21 Maret 2022 21:21 WIB
Image Print
Penebaran hasil pembenihan ikan bilih yang dilakukan PT Semen Padang di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Senin . (Antara/HO-PT Semen Padang)

Padang (ANTARA) - Rektor Universitas Bung Hatta Padang Prof Tafdil Husni mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah melibatkan UBH dalam konservasi ikan bilih yang merupakan ikan endemik Danau Singkarak.


"Bagi UBH sendiri, keterlibatan dalam konservasi ikan bilih merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat," kata dia di Padang, Senin.

Ia berharap sinergi UBH, khususnya LPPM melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan PT Semen Padang dapat terus berlanjut dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti masyarakat nelayan di Danau Singkarak .

"Di Sumbar, hanya UBH yang memiliki Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dan fakultas ini tentunya menjadi potensi bagi UBH untuk pemberdayaan masyarakat nelayan di Danau Singkarak. Seperti konservasi ikan bilih bersama PT Semen Padang ini misalnya, dapat memberikan manfaat dalam pemberdayaan masyarakat," katanya.

Tafdil mengemukakan dalam penebaran ikan bilih di habitat Danau Singkarak, jika dari ribuan ekor ikan bilih ini ada yang betina sebanyak 400 ekor misalnya, maka ketika bertelur ikan bilih betina tersebut akan menghasilkan telur sebanyak 2,4 juta.

"Bayangkan bagaimana besarnya dampak dari penebaran ikan bilih ini. Namun dengan catatan, masyarakat nelayan tidak boleh mengeksploitasi ikan bilih secara besar-besaran, katanya.

"Salah satunya, tidak boleh menangkap dengan bagan. Para nelayan Danau Singkarak diharapkan juga meniru apa yang dibuat Pemerintahan Nagari Sumpur, dalam menjaga kelestarian ikan bilih," katanya mengingatkan.


PT Semen Padang menebar 4.000 bibit ikan bilih hasil pembenihan di Danau Singkarak Sumatera Barat sebagai upaya mempertahankan kelestarian ikan endemik danau tersebut.

Plt Dirut PT Semen Padang, Asri Mukhtar mengatakan penebaran hasil pembenihan ikan bilih oleh PT Semen Padang ke habitatnya di Danau Singkarak dilakukan dalam rangka HUT ke-112 PT Semen Padang.

Ia menyampaikan konservasi ikan bilih dilakukan perusahaan, karena ikan bilih ini menjadi daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke Danau Singkarak.

Bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta (UBH), konservasi ikan bilih dilakukan di area Keanekaragaman Hayati (Kehati) PT Semen Padang.


Ikan bilih Danau Singkarak merupakan jenis Mystacoleucus Padangensis dan satu-satunya di dunia. Ikan bilih ini berkerabat dekat dengan Genggehek (Mystacoleucus Marginatus ), atau kapyah di Lampung, lawak/kalawak di Betawi, wader, wader Eco di Jawa, Keprek di Jatim, dan juga regis di Sunda. Namun, genggehek bertubuh lebih besar hingga 200 mm.



Pewarta:
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026