
Perdana dibuka, aktifitas Pasar Kajai Pasbar pasca gempa sepi pengunjung (Video)

Hari ini merupakan hari pertama pasar setelah gempa melanda Kajai Talamau,
Simpang Empat (ANTARA) - Aktifitas pasar tradisional Kajai Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat sepi dari hari biasa pasca gempa Jumat (25/2).
"Hari ini merupakan hari pertama pasar setelah gempa melanda Kajai Talamau. Berbeda dari hari biasa dan sepi pembeli," kata seorang pedagang sayur dari Simpang Empat, Izul (32), Selasa.
Menurutnya di Nagari Kajai aktifitas pasar setiap hari Selasa setiap minggunya. Setelah gempa baru hari ini pasar buka namun masih sepi pembeli.
Ia memaklumi karena saat ini warga Kajai masih dalam keadaan berduka karena umumnya rumah mereka rusak akibat gempa.
Selain masih sibuk mengurus rumah yang rusak juga masih mempersiapkan tenda untuk hunian mereka sementara sebelum rumah diperbaiki dan dibantu pemerintah.
"Untuk harga kebutuhan sayur masih normal seperti hari biasa," katanya.
Ia mencontohkan harga bawang masih Rp30 ribu per kilogram dan harga lobak masih Rp4 ribu perkilogramnya.
Pedagang ikan asin Tasma (48) membenarkan aktifitas jual beli hari pertama pasar masih sepi pembeli. Khusus untuk harga ikan asin mengalami kenaikan.
Harga ikan teri yang biasanya Rp20 ribu saat ini naik menjadi Rp25 ribu perkilogramnya dan ikan beledang yang biasanya Rp15 ribu naik menjadi Rp20 ribu perkilogram.
Salah seorang pembeli Itin (60) bersyukur aktifitas pasar kembali berlangsung di Kajai meskipun masih sepi.
"Hari ini saya berbelanja ke pasar untuk kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya kami hanya menerima bantuan dari pemerintah dan relawan yang ada," sebutnya.
Ia sendiri saat ini masih tidur di tenda darurat yang didirikan dekat rumah karena huniannya rusak berat.
Dari data terakhir dampak gempa sebanyak 13 orang meninggal dunia. 4.038 unit pemukiman rusak dengan rincian rusak ringan 1.786 unit, rusak sedang 916 unit dan rusak berat 1.336 unit. Fasilitas pendidikan yang rusak 75 unit, fasilitas kesehatan 15 unit, fasilitas ibadah 40 unit, infrastruktur 26 unit dan rusaknya fasilitas pemerintah 42 unit.***1***
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
