Logo Header Antaranews Sumbar

Ketua TP PKK Pesisir Selatan komit bantu pengembangan IKM

Jumat, 4 Maret 2022 13:03 WIB
Image Print
Ketua TP PKK Titi Rusma Yul Anwar (tengah), didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Mimi Rianti Zainul dan pegiat IKM saat melepas bantuan untuk korban bencana Pasaman Barat. (ANTARA/IST)

Painan (ANTARA) - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat Titi Rusma Yul Anwar menegaskan komitmennya soal masa depan Industri Kecil Menengah (IKM) di daerah itu.

Menurutnya pengembangan IKM tidak bisa dilakukan secara sepihak di tengah makin ketatnya kompetisi, sehingga dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pelaku usaha, lembaga pembiayaan dan pemasaran.

"Kami di TP PKK terus mencari celah agar pelaku usaha dan produk yang dihasilkan dapat berdaya saing," ujarnya di Painan.

Tanpa kolaborasi mustahil IKM di Pesisir Selatan dapat berkembang dengan baik dan dikhawatirkan Negeri Sejuta Pesona bakal menjadi pasar bagi produk sejenis yang datang dari luar daerah.

Selain itu, lanjut Ketua TP PKK upaya pengembangan IKM mesti terintegrasi dengan rencana pembangunan berbagai sektor lseperti misalnya pariwisata dan pertanian.

Namun yang tidak kalah penting adalah membangun kesadaran untuk mencintai produk lokal, sehingga industri lokal lebih bergairah. Perputaran uangnya akan jadi stimulan bagi perekonomian daerah.

"Jika tidak, kita akan jadi pasar potensial dengan jumlah penduduk ketiga terbesar di Sumatera Barat," tegasnya.

Pada kesempatan itu Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan dan Transmigrasi Mimi Riarty Zainul menyampaikan pemerintah daerah telah memiliki peta jalan pengembangan IKM selama lima tahun ke depan.

Pengembangan industri pengolahan fokus pada pemberian nilai tambah komoditi lokal, sehingga turut berdampak positif secara langsung terhadap tingkat kesejahteraan para petani sebagai produsen bahan baku.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 pemerintah kabupaten menargetkan nilai omzet ekonomi kreatif sebesar Rp50 miliar pada akhir tahun perencanaan.

Kemudian sasaran lain pengembangan IKM adalah menekan tingkat pengangguran terbuka, bahkan pemerintah kabupaten menarget serapan tenaga kerja IKM pada 2026 mencapai 7.200 orang.

"Salah satu langkahnya yaitu meningkatkan peran pelaku IKM dalam pengembangan pariwisata melalui penyediaan produk khas daerah yang bernilai jual," tuturnya.

Sebagai contoh wisatawan Malaysia yang datang ke Bukittinggi belum tentu hanya sekedar melihat Jam Gadang atau main ke kebun binatang. Sebagiannya bisa belanja tenun songket sebagai tujuan utama.

Sebaliknya, lanjut Mimi orang Indonesia yang ke Penang Malaysia belum tentu tujuan utamanya untuk perjalanan wisata, tapi bisa saja dalam rangka pemeriksaan atau perawatan jantung.

Selain itu melakukan peningkatan kapasitas dan manajemen bisnis para pelaku usaha. Dengan demikian mampu melihat peluang pasar bagi produk yang bakal dibuatnya dan sekaligus memiliki nilai jual.

"Bentuk keseriusan itu dapat dilihat dari langkah-langkah strategis lainnya seperti penyiapan sentra-sentra IKM dan pusat informasi IKM itu sendiri," sebut mantan Asisten II Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan itu



Pewarta:
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026