Logo Header Antaranews Sumbar

SMK Bisa Jadi Alternatif Pertama

Rabu, 10 Juli 2013 08:16 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mustaghfirin Amin, menyatakan bahwa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kini bisa menjadi alternatif pilihan pertama calon siswa. "Prestasi siswa siswi SMK menunjukkan bahwa SMK yang selama ini dianggap sebagai alternatif cadangan, sekarang bisa menjadi alternatif pertama," kata Mustaghfirin dalam penyambutan peserta Worldskills Competition di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, pada Selasa malam. Prestasi yang dimaksud oleh Mustaghfirin adalah keberhasilan siswa siswi SMK dalam meraih medali emas, perak dan delapan Medallion of Excellence dari ajang Worldskills Competition (WSC) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan yang diselenggarakan di Leipzig, Jerman. Dalam hal ini Indonesia menduduki peringkat sebelas dari total 64 negara peserta lainnya. "Prestasi ini kami inginkan agar bisa menjadi model khususnya untuk pendidikan kejuruan dan keterampilan di Indonesia," kata Mustaghfirin. Mustaghfirin menjelaskan bahwa prestasi tersebut juga merupakan petunjuk tentang bagaimana tata cara ideal untuk mendukung dan menciptakan teknisi handal untuk industri dan wirausaha. "Ini bisa menunjukkan bahwa SMK tumbuh di mana saja dan ada tantangan tersendiri," ujar Mustaghfirin. Tantangan tersebut dikatakan Mustaghfirin karena SMK membutuhkan dukungan fasilitas serta tenaga pengajar yang terampil dan mampu membentuk para siswa SMK menjadi insan yang produktif serta kreatif. Dalam kompetisi WSC, Indonesia mengantongi dua medali yaitu satu medali emas bidang Graphic Design Technology yang diperoleh Ganjar Satrio dari SMKN 3 Kasian-Bantul dan satu medali perak bidang Prototype Modeling yang diperoleh Andrie Safargi dari SMK Teknika Cissaat, Sukabumi, Jawa Barat. Sementara delapan Medalion for Excellence berhasil diraih karena delapan peserta Indonesia memiliki kriteria di atas 500 poin. Indonesia mengirimkan 32 peserta yang merupakan siswa-siswi SMK di seluruh Indonesia untuk ikut berkompetisi dalam WSC yang rutin diselenggarakan setiap dua tahun sekali itu. Adapun delapan bidang yang diperlombakan antara lain mobile robotic, mechanical engineering design, web design, industrial control, pastry cook, cooking, beauty therapy, dan hairdressing. Sebanyak 32 siswa peserta WSC merupakan hasil seleksi Lomba Keterampilan Siswa (LKS) yang telah mendapat pelatihan selama enam bulan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Malang, Jawa Timur. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026