Logo Header Antaranews Sumbar

Harimau masuk kandang jebak di Agam berkelamin betina (Video)

Selasa, 11 Januari 2022 11:08 WIB
Image Print
Dokter Hewan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya Yayasan Arsarl.drh Daniel Hot Asih Sianipar sedang memeriksa kesehatan harimau sumatera, Selasa (11/1). (ANTARA/Yusrizal)

Lubukbasung, (ANTARA) - Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) yang masuk ke kandang jebak milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Bara, di Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, berkelamin betina dengan usia tiga sampai lima tahun.

"Berdasarkan identifikasi awal yang dilakukan tim medis Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya Yayasan Arsarl harimau itu berkelamin betina dengan usia tiga sampai lima tahun," kata Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam, Ade Putra di Lubukbasung, Selasa.

Ia mengatakan, evakuasi satwa dilindungi Undang-undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekositemnya itu berjalan dengan baik.

Evakuasi dibantu oleh anggota Polsek Palembayan, Koramil 11 Palembayan, perangkat Nagari Salareh Aia dan warga sekitar.
Baca juga: Evakuasi harimau di Maua Agam jadi tontonan warga
"Saya mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan mulai penanganan konflik sampai evakuasi satwa," katanya.

Ia mengatakan penanganan konflik itu selama 41 hari setelah anak sapi milik Rano (38) dimangsa harimau pada 30 November 2021.

Setelah itu, pihaknya melakukan identifikasi lapangan, mecari keberadaan satwa berupa jejak, kaki dan kotoran.

Pada Rabu (22/12), tambahnya, Resor KSDA Agam memasang kandang jebak di lahan perkebunan kelapa sawit milik warga.

"Warga setempat mengetahui satwa itu masuk kandang jebak, Senin (10/1) sekitar pukul 14.00 WIB," katanya.

Sementara itu, Dokter Hewan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya Yayasan Arsarl.drh Daniel Hot Asih Sianipar menambahkan kesehatan harimau saat dievakuasi dalam kondisi baik.

Namun pihaknya belum bisa memastikan kesehatan, karena butuh pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga: Berulang kali masuk permukiman, evakuasi harimau di Maua Hilia Agam terus dilakukan
"Harimai kondisi baik saat dievakuasi dari kandang jebak ke kandang angkut," katanya.

Wali Nagari Salareh Aia, Iron Maria Edi mengucapkan terimakasih kepada BKSDA Sumbar melalui Resor Agam yang telah menindaklanjuti laporan konflik manusia dengan satwa liar.

"Tim Resor KSDA Agam langsung menindaklanjuti laporan yang saya sampaikan setelah anak sapi warga dimangsa harimau," katanya.

Dengan telah ditangkapnya harimau ini, maka warga tidak ketakutan lagi saat pergi ke kebun untuk memanen tandan buah segar kelapa sawit, pinang dan jagung.

Selama ini warga ketakutan, sehingga mereka tidak ke kebun sekitar satu bulan. (*)
Baca juga: Seekor Harimau Sumatera masuk kandang jebak BKSDA Sumbar (Video)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026