
BI Sumbar dorong digitalisasi UMKM

Padang (ANTARA) - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Barat mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah di daerah itu untuk melaksanakan kegiatan pemasaran secara digital memanfaatkan media sosial dan situs penjualan online.
"Digitalisasi UMKM jadi kunci percepatan dalam memasarkan berbagai produk yang kian beragam disamping infrastruktur," kata kepala perwakilan BI Padang Wahyu Purnama saat membuka "Minangkabau Creative Economy Festival 2021" di aula BI Padang, Selasa.
Ia menyatakan pemanfaatan digital dalam pemasaran produk oleh pelaku UMKM di Sumatera Barat makin meningkat, setidaknya tujuh dari 10 pelaku UMKM telah bertransformasi dengan digital. Pelaku UMKM juga memberikan kontribusi realtif besar dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah itu dimana pada triwulan III capaiannya sebesar 3,51 persen.
BI ikut menggugah agar pelaku UMKM memahami platform pembayaran bukan tunai dan transaksi perdagangan barang bisa dilakukan dengan menggunakan instrumen digital seperti Qris dan barcode.
Koordinator BI se-Sumatera Soekowardojo menyatakan pihaknya secara berkelanjutan menggelar iven pemasaran digital ini dalam meningkatkan literasi dan edukasi dikalangan pelaku UMKM.
Ia menegaskan kegiatan sejenis sudah dilakukan oleh BI di Aceh, Lhokseumawe, Pangkalpinang, Kepri dan Bandarlampung dan puncaknya digelar pada 23-26 September 2021.
Dalam pandangannya "Minangkabau Creative Economy Festival 2021" sangat tepat dilaksanakan mengingat besar sekali peran UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Kegiatan ini sudah dikemas dengan baik, menampilkan pakar dibidangnya dan dilaksanakan dengan sepenuh hati meski dalam suasana pandemi," ujarnya.
Wakil Gubernur Sumbar Audy Joynaldi menyatakan pelaku UMKM di daerah itu sudah ingin bergerak dengan cepat namun terbatas akibat adanya pandemi COVID-19.
Audy menyatakan banyak sekali ragam produk yang dihasilkan pelaku UMKM di daerah itu dan jumlahnya bisa mencapai ratusan item dan bahkan ada yang unik seperti permen gambir dan sambal rujak serta produknya tidak akan ditemui di toko.
"Pemasaran aneka macam produk UMKM di Sumbar ternyata telah membantu daerah itu tidak terlalu terpuruk akibat COVID-19 setidaknya dibanding provinsi lain yang backbone ekonominya disokong sektor industri dan pariwisata," ujarnya.
Pada kegiatan Minangkabau Creative Economy Festival 2021 itu juga ditampilkan peragaan busana berbahan songket dari berbagai motif didaerah itu. Hasil rancangan dari perancang-perancang lokal Sumatera Barat serta perancang nasional Wignyo Wardoyo ternyata mampu membuka mata undangan yang hadir akan keindahan busana berbahan songket baik untuk kegunaan formal maupun semi formal.
Pada acara itu juga dilakukan penandatangan pemasaran produk rendang asal Sumatera Barat dengan vendor di Sydney Australia dan Belanda untuk pasar Eropa. Acara ditutup dengan penjualan aneka produk yang dihasilkan pelaku UMKM mulai dari bahan dasar songket, aneka rendang, kue-kue kering, makanan olahan dan lainnya secara online menggunakan pembayaran digital. **1**
Pewarta: Maswandi
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
