
Pemilik Pabrik yang Disekap Pekerja di China Dibebaskan

Beijing, (Antara/Reuters) - Pekerja pabrik di China, Kamis membebaskan pimpinan berkebangsaan Amerika Serikat yang sebelumnya telah mereka sekap selama seminggu terkait sengketa gaji. Chip Starnes, direktur dari perusahaan pemasok alat kesehatan sudah diperkenankan meninggalkan pabrik di bagian utara Beijing dan kini beristirahat di sebuah hotel. "Bos saya Chip sangat kelelahan setelah dua hari yang sangat berat dan kini kembali ke hotel, begitu ya?" kata direktur umum Specialty Medical, Xing Shuang kepada televisi Reuters. "Hanya itu yang bisa saya sampaikan." Para pekerja mengharapkan uang pesangon seperti yang diberikan bagi 30 orang pekerja lain yang diberhentikan, meskipun perusahaan tidak akan memberhentikan pekerja lagi, kata Starnes sebelum ini. Belum jelas bagaimana sengketa tersebut diselesaikan. Starnes menghabiskan waktu satu minggu di dalam pabrik -- penghasil tempat alkohol, alat pengambil darah bagi penderita kencing manis, di balik jeruji jendela. Dia belum bisa dihubungi untuk diminta memberi komentar. Kejadian ini menjadi sorotan mengenai risiko membuka usaha di China, yaitu kepercayaan antara pekerja dan manajemen juga kepercayaan dalam sistem hukum, yang sering rendah. Starnes, pemilik usaha yang berpusat di Florida, terbang ke China pada 18 Juni dan mulai ditahan oleh pekerja pada Jumat lalu. Para pekerja mengajukan tuntutan itu karena mendengar kabar bahwa seluruh pabrik akan ditutup setelah divisi pencetak alat suntik plastik mulai dipindahkan ke India untuk mengurangi biaya produksi. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
