Logo Header Antaranews Sumbar

Kebakaran bengkel di Banuhampu, ini yang dilahap "sijago merah"

Rabu, 25 Agustus 2021 15:45 WIB
Image Print
Ilustrasi petugas pemadam kebakaran memadamkan api dari rumah yang terbakar. (ANTARA/Shutterstock/pri.)
Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB,

Bukittinggi (ANTARA) - Sebuah kebakaran hebat terjadi di Lapau Batu, Nagari Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu, Sumatera Barat, sebuah bengkel sepeda motor berisi belasan kendaraan habis terbakar pada Rabu dini hari.


"Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, beruntung keluarga korban cepat mengetahui adanya kebakaran hingga langsung menyelamatkan diri," kata Komandan Regu Damkar Agam Posko Biaro, Alex di Bukittinggi, Rabu.


Ia mengatakan butuh waktu sekitar satu setengah jam untuk memadamkan api yang terus berkobar dan nyaris menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.


"Karena di dalam TKP terdapat bahan yang mudah terbakar dari belasan kendaraan hingga butuh waktu untuk memadamkan," kata dia.


Ia menjelaskan, atap bangunan di bengkel yang runtuh turut menghambat proses pemadaman selain 15 sepeda motor yang cepat dilalap api.


"Sempat adanya jilatan api ke beberapa rumah toko yang ada di sekitar lokasi dan Alhamdulillah bisa dipadamkan segera," kata dia.


Menurutnya, asal api belum diketahui secara pasti namun kerugian diperkirakan mencapai Rp700 juta dengan banyaknya kendaraan yang terbakar.


"Korban atau pemilik bengkel atas nama Mulyadi (38) mengalami kerugian besar dengan kebakaran ini, 15 motor yang ada di dalam bengkel habis terbakar berikut satu mobil jenis Kijang dan dua kompresor," kata Alex.


Api dapat dipadamkan oleh Pemadam Kebakaran dari Kabupaten Agam dan satu unit Pemadam dari Kota Bukittinggi serta dibantu masyarakat sekitar.


Alex menambahkan imbauan agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati dalam setiap keadaan untuk mencegah terjadinya musibah kebakaran.


"Pastikan keadaan rumah aman, sumber listrik dimatikan saat meninggalkan rumah," kata dia.




Pewarta:
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026