
Workshop di UPT BLK Lubuk Pasaman perlu direnovasi pemerintah (Video)

Bangunan workshop UPT BLK Lubuk Sikaping sudah berusia tua,
Lubuk Sikaping (ANTARA) - Kepala UPT BLK Lubuk Sikaping, Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Haryadi berharap bangunan workshop di BLK itu perlu direnovasi demi antisipasi robohnya bangunan di daerah itu sebab sudah berusia tua.
"Bangunan workshop UPT BLK Lubuk Sikaping sudah berusia tua, dahulunya BLK ini bernama Kursus Latihan Kerja (KLK) didirikan 1984 dan diresmikan pada 1987 oleh pemerintah," kata Haryadi di Lubuk Sikaping, Rabu.
Maksimal satu bangunan workshop diisi sebanyak 16 orang peserta berbasis kompetensi.
Hingga sampai saat ini bulan Juli 2021, beberapa bangunan workshop keadaan rusak belum ada perbaikan disebabkan ada kendala pandemi COVID-19 di Kabupaten Pasaman.
Ia menjelaskan untuk diketahui jumlah bangunan workshop di UPT BLK Lubuk Sikaping ada enam workshop, rencananya Pemerintah Kabupaten Pasaman akan melakukan renovasi terhadap beberapa bangunan workshop ditambah dengan satu bangunan yang tidak terpakai.
Perencanaan renovasi bangunan workshop serta satu bangunan yang tidak terpakai itu telah masuk dalam APBD setempat 2020, akan tetapi tidak terealisasi dianggarkan akibat terkendala kasus COVID-19 membuat anggaran itu ditarik kembali untuk penanganan COVID-19.
Adapun bangunan workshop yang masuk dalam anggaran APBD tersebut yakni bangunan workshop teknik bangunan senilai Rp30 juta, bangunan workshop komputer mencapai Rp30 juta serta satu bangunan yang tidak terpakai senilai Rp160 juta.
Bangunan workshop kondisi kerusakan bermacam-macam antara lain lantai yang belum di keramik masih semen cor, sudah pecah-pecah, kayu yang sudah berusia tua, tidak ada loteng, paling berat kerusakan ialah satu bangunan tidak terpakai itu yakni berupa dinding, jendela sudah bolong, kayu keadaan lapuk dan lainnya.
Jumlah bangunan workshop di UPT BLK Lubuk, ada enam workshop, antara lain, workshop tata rias dan workshop tata boga, workshop komputer, workshop listrik, workshop komputer, workshop sepeda motor dan teknik bangunan.
"Untuk sementara workshop tata rias dan tata boga itu memakai ruang kantor dikarenakan bangunan workshop tata rias dan tata boga itu sebenarnya di bangunan yang tidak terpakai keadaan rusak berat," katanya.
"Selanjutnya saat ini jumlah peserta yang mengikuti berbasis kompetisi di UPT BLK Lubuk Sikaping sebanyak 112 orang rincian 93 perempuan dan 19 laki-laki merupakan warga Kabupaten Pasaman, tersebar di 12 Kecamatan," katanya.
Permasalahan bangunan workshop yang rusak ini telah disampaikan saat hearing dengan DPRD Kabupaten Pasaman serta disampaikan ke Bappeda Kabupaten Pasaman dan dinas terkait lainnya.
"Semoga ada anggaran untuk perbaikan bangunan workshop tersebut sebab kalau tidak ada perbaikan maka UPT BLK Lubuk tidak ada dapat bantuan berupa peralatan pendukung sesuai kejujurasan dari Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia," harapnya.
Pewarta: Septria Rahmat
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
