Logo Header Antaranews Sumbar

Distan: Anomali Cuaca, Waspadai Kembang Biak Hama

Kamis, 13 Juni 2013 21:24 WIB
Image Print
Tanaman kakao. (Antara)

Pariaman, (Antara) - Dinas Pertanian Kota Pariaman mengimbau para petani di daerah itu, khususnya para petani tanaman kakao, untuk mewaspadai perkembangbiakan hama memasuki kondisi cuaca yang sering berubah-ubah belakangan ini. "Ada kecenderungan perkembangbiakan hama menjadi lebih besar memasuki musim yang tidak menentu seperti sekarang ini. Dari panas ke hujan, dari hujan ke panas, menyebabkan tingkat kelembaban tinggi," kata Kepala Bidang Perkebunan dan Kehutanan Dinas Pertanian Kota Pariaman Linda Ritawati di Pariaman, Kamis. Dijelaskannya, berdasarkan pantauan petugas pengamat hama tanaman perkebunan Dinas Pertanian kota itu pada musim yang tidak menentu tersebut kerap ditemukan kecenderungan peningkatan perkembangbiakan dua jenis hama pada tanaman kakao. Pertama, serangan hama serangga dari jenis phytophtora, dan kedua, serangan hama jamur dari jenis helopeltis. Kedua hama ini bisa menyebabkan pembusukan pada buah, yang pada akhirnya akan mengurangi jumlah produksi, ujarnya. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar para petani segera meningkatkan pemeliharaan rutin terhadap tanaman kakao mereka melalui pemangkasan cabang, ranting, ataupun daun, serta melakukan pemupukan. "Pemangkasan merupakan salah satu tindakan pemeliharaan yang sangat penting bagi tanaman kakao. Di samping, pemupukan dan penanaman pohon pelindung," katanya. Berdasarkan laporan petugas pengamat hama tanaman Dinas Pertanian setempat, pada Januari hingga Maret 2013 telah terjadi serangan hama di sejumlah titik perkebunan di empat kecamatan. "Namun, klasifikasinya masih masuk dalam kategori ringan. Di mana persentase serangan per hektare tanaman untuk penyakit phytophtora masih kurang dari 20 persen, dan persentase serangan per hektare untuk penyakit helopeltis masih kurang dari 10 persen," jelasnya. Meskipun begitu, ditambahkannya, kemungkinan meningkatnya serangan hama tersebut tetap terbuka apabila para petani tidak segera melakukan pemeliharaan rutin tanaman. Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pertanian setempat, luas tanaman kakao Kota Pariaman saat ini telah mencapai 389 hektare atau bertambah sebanyak 63 hektare dibanding tahun 2011. "Dari 389 hektare itu, para petani mampu menghasilkan 30 ton lebih kakao setiap tahunnya," sambung Linda. (**/naa)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026