
38 Negara Mampu Hapus Kelaparan

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Badan pangan PBB, Rabu (12/6), mengkonfirmasi 38 negara telah mencapai sasaran yang ditetapkan secara internasional dalam perang melawan kelaparan, keberhasilan sebelum tenggat yang ditetapkan yaitu 2015. Dua-puluh negara, termasuk Indonesia, Aljazair, Bangladesh, Kamerun, Jordania, Nigeria, Togo, Uruguay dan sejumlah negara lain telah menempati posisi nomor satu MDG, yaitu mengurangi sampai separuh bagian orang yang kelaparan, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam. Direktur Jenderal Organisasi Pertanian dan Pangan PBB (FAO) Jose Graziano da Silva mengatakan semua negara itu adalah bukti bahwa dengan i'tikad politik yang kuat dan kerja sama, mungkin untuk menghapuskan kelaparan secara cepat, kata Wakil Juru Bicara PBB Eduardo del Buey kepada wartawan di Markas PBB, New York. Di tengah 1.000 hari aksi bagi delapan sasaran anti-kemiskinan yang dikenal sebagai Sasaran Pembangunan Milenium (MDGs), 38 negara telah mencapai bagian pertama MDG yang menyeru negara anggota agar mengurangi separuh orang yang menderita kelaparan sampai 2015. Pemimpin FAO tersebut mendesak semua negara agar mempertahankan momentum itu, dengan tujuan penghapusan total kelaparan, dalam upaya mewujudkan Zero Hunger Challenge --yang diluncurkan pada 2012 oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, kata del Buey. Tantangan tersebut --yang pertama kali diangkat dalam Konferensi PBB mengenai Pembangunan Berkesinambungan (Rio+20) di Brazil, Juni lalu, bertujuan menciptakan masa depan tempat setiap orang memiliki gizi yang memadai. "Secara global, kelaparan telah turun selama satu dasawarsa terakhir, tapi 870 juta orang masih kekurangan gizi," kata del Buey --yang mengutip pernyataan pemimpin FAO. Dua miliar orang menderita satu atau lebih kekurangan mikronutrien, sementara 1,4 miliar lagi kelebihan berat, 500 juta di antara mereka kegemukan, kata satu laporan tahunan yang diluncurkan oleh lembaga tersebut pada awal Juni. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
