Logo Header Antaranews Sumbar

Membenahi Objek wisata dimasa pandemi, Bupati Pessel ingatkan koordinasi camat dan wali nagari

Jumat, 21 Mei 2021 07:03 WIB
Image Print
Foto udara jalan yang baru diaspal di Jalan Akses Wisata Mandeh, Pessel - Padang, di Tarusan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Minggu (25/11/2018). Pembangunan jalan akses ke kawasan strategis pariwisata nasional Mandeh hingga ke perbatasan kota Padang, yang dibangun Kementerian PUPR sepanjang 41,18 kilometer itu, hampir rampung dan menyisakan sejumlah titik yang belum diaspal, seperti bagian jembatan dan pendakian. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww.

Painan (ANTARA) - Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Rusma Yul Anwar dikutip dari pesisirselatan.go.id Kamis (20/5) mengatakan agar percepatan pembangunan ekonomi kepariwisataan yang sempat mengalami guncangan akibat pandemi Covid-19, maka kepada semua camat dan wali nagari diminta untuk terus meningkatkan koordinasinya, terutama dalam membenahi semua objek wisata yang ada.


"Sebagai salah satu daerah kunjungan wisata utama di Sumbar, saat ini banyak objek wisata baru yang bermunculan di Pessel. Semua itu memang tidak lepas dari besarnya potensi yang dimiliki. Agar pengembangan bisa dilakukan sebagaimana harapan, maka kepada camat dan wali nagari diminta untuk meningkatkan koordinasinya, terutama dalam kondisi yang masih menghadapi pandemi Covid-19 saat ini," katanya.

Ia menjelaskan bahwa beberapa objek wisata yang mulai bermunculan saat ini diantaranya, Pantai Sambungo di Kecamatan Silaut, Air Terjun Palano di Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang, Air Terjun Pelangai di Kecamatan Ranahpesisir, Pantai Penyu di Nagari Amping Parak Kecamatan Sutera dan lainnya.

"Karena banyaknya objek wisata yang dimiliki oleh Pessel, sehingga pemerintah daerah tidak bisa menangani secara keseluruhan akibat keterbatasan kemampuan keuangan. Berdasarkan kondisi itu, maka saya minta kepada camat untuk selalu berkoordinasi dengan wali nagari, serta juga mengkoordinir masyarakatnya dalam melakukan pembenahan baik melalui dana nagari, maupun secara swadaya" harapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga, Hadi Susilo mengakui bahwa di daerah itu potensi pengembangan pariwisata dimiliki oleh semua kecamatan yang ada.

"Potensi itu tidak hanya ada di kawasan pesisir pantai, tapi juga ada pada bagian hulu sungainya dengan puluhan air terjun yang indah dan mempesona. Bila dikelola secara baik, maka semua itu akan menjadi maknet bagi masyarakat untuk lebih banyak lagi datang ke daerah ini nantinya," ungkap Hadi.

Ia juga menjelaskan bahwa selain Kawasan Wisata Mandeh, dan Pantai Carocok Painan, salah satu kawasan wisata yang juga sudah cukup mendunia saat ini adalah Pantai Penyu Ampingparak di Kecamatan Sutera, dan Pantai Sambungo di Kecamatan Silaut.

"Ketika pandemi Covid-19 belum terjadi, kawasan wisata Pantai Penyu Ampingparak Kecamatan Sutera yang berjarak 45 kilometer dari Kota Painan itu, selalu ramai dikunjungi setiap hari oleh masyarakat," katanya.

Kondisi yang juga tidak kalah ramainya juga terlihat di Pantai Sambongo Kecamatan Silaut.

"Sebab kawasan itu sudah dijadikan pula sebagai alternatif bagi wisatawan yang berasal dari Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh Provinsi Jambi, termasuk juga dari Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu," jelasnya.

Dia berharap setelah pendemi Covid-19 ini berlalu nantinya, semua kawasan wisata yang ada di daerah itu bisa kembali menggeliat.

"Dari itu peran masyarakat juga sangat diharapkan melalui swadayanya, disamping juga dari pemerintahan nagari sendiri mengingat kondisi yang dialami oleh daerah akibat pandemi Covid-19 saat ini," katanya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026