Logo Header Antaranews Sumbar

10 Gerilyawan Zaidi Tewas Dalam Bentrokan di Yaman

Senin, 10 Juni 2013 06:34 WIB
Image Print

Sanaa, (Antara/AFP) - Sepuluh gerilyawan Syiah Zaidi tewas dan 38 lainnya terluka dalam bentrokan dengan polisi di luar markas dinas keamanan nasional Yaman di Sanaa Ahad, kata seorang pejabat senior keamanan. Pejabat itu mengatakan kekerasan pecah pada saat pemberontak, di antara kerumunan massa menuntut pembebasan anggota komunitas mereka, menyerang bangunan itu dengan senjata otomatis dan granat. Para penyerang "disiapkan dan bertujuan untuk menyusup ke dalammarkas," katanya, dan menambahkan mereka telah menggunakan bangunan tetangga untuk meluncurkan serangan mereka terhadap pasukan keamanan yang didukung oleh unit-unit polisi khusus. Pejabat itu mengatakan 10 penyerang tewas, 38 terluka dan 87 orang lain ditahan. Mereka telah menyusup ke dalam kerumunan massa sekitar 500 orang kelompok Zaidi yang berunjuk rasa di depan bangunan itu untuk menuntut pembebasan rekan-rekan Zaidi mereka yang ditahan oleh pemerintah, katanya. Pejabat itu mengatakan sebelumnya bahwa beberapa dari mereka yang ditahan adalah "orang-orang yang dicurigai terlibat dengan intelijen Iran". Pemberontak Zaidi, juga dikenal sebagai Huthi setelah pemimpin mereka Abdel Malek al-Huthi, telah memberontak pada tahun 2004 terhadap pemerintah mantan presiden Ali Abdullah Saleh, yang dituduh meminggirkan mereka secara politik dan ekonomi. Pertempuran antara mereka dan pasukan Yaman menewaskan ribuan orang sebelum gencatan senjata dicapai pada Februari 2010. Para Zaidi berpartisipasi dalam dialog nasional yang sedang berlangsung diluncurkan pada Maret untuk membahas masalah-masalah utama negara miskin itu, termasuk masalah pemberontakan Huthi. Zaidi adalah cabang dari Islam Syiah dan minoritas di Yaman yang dikuasai oleh kaum Sunni. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026