Tanah Datar akan rapid test antigen pemudik di pintu masuk

id eka putra,bupati tanah datar,posko mudik

Tanah Datar akan rapid test antigen pemudik di pintu masuk

Bupati Tanah Datar Eka Putra. (Antara/Etri Saputra)

Rapid test antigen bagi perantau yang akan masuk ke Tanah Datar tetap dilakukan bagi mereka yang sudah mengantongi surat keterangan
​​​​​​​Batusangkar, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, akan melakukan test cepat (rapid test) antigen bagi pemudik di posko pengamanan mudik daerah itu untuk mencegah penularan COVID-19 dari para perantau yang melakukan perjalanan pualng kampung.

"Rapid test antigen bagi perantau yang akan masuk ke Tanah Datar tetap dilakukan bagi mereka yang sudah mengantongi surat keterangan," Bupati Tanah Datar Eka Putra di Batusangkar Selasa.

Ia menambahkan hal itu bertujuan agar sebelum perantau berkumpul dengan keluarganya dipastikan tidak dalam kondisi positif COVID-19.

"Ada kejadian baru-baru ini di Tanah Datar ada perantau pulang kampung yang kemudian diketahui positif COVID-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG), kemudian menularkan virus kepada kedua orang tuanya yang ternyata ada penyakit penyerta dan kedua orang tuanya meninggal dunia, ini hendaknya menjadi pelajaran buat semua," katanya

Ia menambahkan, Pemkab Tanah Datar mendirikan pos pengamanan COVID-19 di sejumlah lokasi yang merupakan pintu masuk ke daerah itu.

Posko pengamanan COVID-19 di perbatasan pintu masuk menindaklanjuti imbauan dari pemerintah pusat tentang penegakan disiplin protokol kesehatan.

"Pemerintah pusat meminta kepala daerah se-Indonesia satu narasi tentang pelarangan mudik untuk mencegah meledaknya angka konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia," katanya.

Ia mengatakan posko penanganan COVID-19 tersebut akan efektif beroperasi dimulai pada Kamis (6/5) dengan dibantu petugas dari pihak TNI dan kepolisian.

Ia mengaku meski ada larangan untuk tidak mudik lebaran, namun pemerintah daerah tidak bisa melarang sepenuhnya perantau yang sudah sampai di Tanah Datar.

"Untuk itu mohon kiranya pengertian perantau untuk kebaikan bersama dalam memutus penyebaran kasus positif COVID-19," katanya.

Ia mengingatkan masyarakat jangan anggap remeh dengan COVID-19, tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan budaya 5 M terutama memakai masker saat beraktifitas di luar rumah.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar