Solok Selatan mulai pelatihan TKM angkatan pertama

id berita solok selatan,berita sumbar,kerja

Solok Selatan mulai pelatihan TKM angkatan pertama

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Solok Selatan, Basrial. (Antarasumbar/Istimewa)

Untuk 2021, pelatihan tenaga kerja mandiri sebanyak 16 paket, setiap paket berisikan 16 orang,
Padang Aro (ANTARA) - Pemerintah Kabupaaten Solok Selatan, Sumatera Barat sudah memulai pelatihan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) angkatan pertama untuk tiga kegiatan sebagai langkah meningkatkan perekonomian masyarakat serta upaya dalam menciptakan lapangan kerja sendiri.

"Pelatihan angkatan pertama dengan dana APBN untuk jurusan otomotif, tata boga serta las dengan jumlah peserta sebanyak 48 orang dan mereka juga dilengkapi dengan asuransi," kata Kepala Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Solok Selatan, Basrial di Padang Aro, Kamis.

Dia berharap, melalui pelatihan TKM ini bisa mengurangi angka pengangguran di Solok Selatan dan peserta pelatihan diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sesuai kebutuhan daerah.

Setiap peserta, diberikan uang transportasi serta peralatan penunjang lainnya selama pelatihan agar hasilnya maksimal.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pelatihan angkatan kedua di dua Nagari melalui dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Mobile Training Unit (MTU).

Untuk 2021, pelatihan tenaga kerja mandiri sebanyak 16 paket, setiap paket berisikan 16 orang.

Pelatihan yang dilaksanakan sesuai dengan ketersediaan instruktur yang ada dan apabila ada peminat jurusan lain bisa dikirim keluar daerah.

Dia berharap pelatihan yang dilaksanakan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi peserta sehingga bisa membangkitkan perekonomian.

Selain pelatihan TKM Pemkab Solok Selatan juga memfasilitasi magang kerja ke Jepang untuk tenaga kerja nurse (perawat) untuk perempuan dan careworker (pekerja perawatan) untuk pria dengan kualifikasi pendidikan D3 Keperawatan atau D4 Keperawatan atau S1 Keperawatan dan usia maksimal 35 tahun per-31 Mei 2021.

Pendaftaran magang kerja ke Jepang sudah dibuka sejak awal Maret tetapi belum ada juga masyarakat Solok Selatan yang mendaftar padahal sekarang tahap awal digratiskan dan seluruh

biaya akan dihitung setelah mereka bekerja.

"Sebelum dikirim ke Jepang tenaga kerja akan dilatih selama enam bulan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK)," ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat yang memenuhi syarat agar memanfaatkan kesempatan magang kerja ke Jepang karena gaji yang ditawarkan cukup tinggi dan bisa menambah pengalaman kerja.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar