
"Sipak Rago" Kembali Dilestarikan di Padangpariaman

Padangpariaman, (ANTARA) - Olahraga tradisional nagari, "Sipak Rago" kembali dilestarikan di Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, dengan menggelar lomba diikuti 60 nagari di kabupaten itu. Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga setempat, Bahari di Padangpariaman, Sabtu, mengatakan diadakannya lomba tersebut guna terus melestarikan permainan nagari (desa-red) yang nyaris punah. "Sekarang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak nagari kita, karena itu kita gelar lomba tingkat kabupaten ini supaya makin dikenal terutama bagi generasi baru," katanya. Permainan "Sipak Rago" tersebut, mirip dengan Sepak Takraw dengan bola rotan yang sama, namun dimainkannya tidak menggunakan net. Ia menjelaskan, "Sipak Rago" dimainkan oleh sembilan pemain berpakaian tradisional membentuk lingkaran, permainan selama 30 menit atau satu babak. Permainan "Sipak Rago" ini mempunyai perbedaan yang spesifik dengan permainan olah raga lain, salah satunya tidak menggunakan alas kaki. Pada pertandingannya, antara satu sama yang lain tidak saling mematikan lawan tanding tapi penilaiannya tergantung bagaimana kita bagus/indah memberikan umpan kepada seseorang dan begitu juga yang menerimanya. "Sehingga dalam permainan tersebut terjalin hubungan yang erat sesama pemain," katanya. Biasanya, kata Bahari, Sipak Rago ini dulunya di Padangpariaman sering dimainkan para santri di lingkungan pesantren. Dari "Sipak Rago" inilah, berkembang olahraga Sepak Takraw, tambahnya. Namun kini jarang ditemui anak-anak atau pemuda yang memainkan "Sipak Rago", padahal permainan tersebut tidak membutuhkan peralatan macam-macam, hanya butuh bola rotan dan tempat yang tidak begitu luas. Karena itu, lomba tingkat kabupaten tersebut digelar guna memperkenalkan kembali dan melestarikan olahraga "Sipak Rago" selain itu juga akan diperkenalkan di sekolah-sekolah. Lomba tersebut memperebutkan piala bupati dan emas murni dalam bentuk bintang. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
