
Tersangka Pemberontak Sayap-Kiri Culik Enam Orang di Filipina

Kota Davao, Filipina, (Antara/Xinhua-OANA) - Tersangka pemberontak sayap-kiri telah menculik pasangan setempat dan empat warga sipil lagi di Filipina Selatan, kata polisi pada Senin. Dua di antara korban dilepaskan beberapa jam setelah penculikan pada Jumat (24/5) di Desa Naboc, Kota Kecil Monkayo, di Provinsi Lembaga Compostela. Namun yang lain masih berada di tangan penculik mereka --Tentara Rakyat Baru (NPA), kata Inspektur Senior Camilo Cascolan, Kepala Polisi Lembah Compostela. Cascolan mengidentifikasi korban sebagai pedagang kayu Lito Armada (62), istrinya --Frescielita, dan empat pegawai mereka setelah pemandu setempat, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang. Pejabat polisi tersebut mengatakan semua korban sedang naik kendaraan milik Delica dalam perjalanan untuk mengawal produk kayu ketika sebanyak 10 pria bersenjata menghentikan kendaraan mereka di Community 8, Desa Naboc, pada pukul 13.00 waktu setempat. Semua korban dibawa ke satu bagian desa itu di gunung, dan istri pedagang tersebut serta seorang rekan mereka dibebaskan dua jam kemudian. "Para tersangka menuntut mereka (pasangan tersebut) membayar pajak revolusi," kata Kepala Polisi Kota Kecil itu Cydril Earl Tamayo. Ia merujuk kepada apa yang disebut pajak oleh NPA. "Empat korban masih berada di tangan para penculik mereka," katanya. Polisi mengatakan keluarga korban diduga sedang berunding dengan para penculik bagi pembebasan para sandera secara selamat. "Kami sedang menyelidiki peristiwa tersebut," katanya. Penculikan pada Jumat itu oleh tersangka anggota NPA terjadi hanya beberapa hari setelah gerilyawan juga menculik selusin orang dalam dua serangan terpisah di Mindanao dalam waktu 24 jam. Semua korban dibebaskan tanpa cedera sehari kemudian. NPA, yang memiliki 4.000 anggota --sayap bersenjata Partai Komunis Filipina, melancarkan perang gerilyawan sayap-kiri di 60 provinsi sejak 1969. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
