Logo Header Antaranews Sumbar

Pesisir Selatan Targetkan Pengembangan Jagung 3.625 Hektare

Sabtu, 25 Mei 2013 20:20 WIB
Image Print

Painan, Sumbar, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menargetkan pengembangan tanaman jagung manis dan jagung pakan ternak di lahan masyarakat kabupaten itu seluas 3.625 hektare pada 2013. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, Peternakan dan Perkebunan Pesisir Selatan, Afrizon Nazar di Painan, Sabtu, mengatakan pemerintah kabupaten (pemkab) setempat memberikan bantuan benih jagung hibrida kepada petani di kabupaten itu untuk mendukung pencapaian target itu. Bantuan benih jagung hibrida tersebut akan diberikan kepada masyarakat atas usulan yang disampaikan oleh kelompok tani kepada Dinas Pertanian kabupaten setempat. Keberadaan kelompok tani tersebut harus jelas dan mau melaksanakan penanaman dan merawat tanaman tersebut dengan baik. "Kelompok tani bisa mengusulkan bantuan benih jagung hibrida kepada pemkab setempat. Namun diingatkan, kelompok tani yang akan diberikan bantuan tersebut betul-betul jelas keberadaannya, mau menanam dan merawat tanaman dengan baik," tegas dia. Dia berharap petani melaksanakan program tersebt dengan sebaik-baiknya sehingga terwujud tujuan bersama yaitu kesejahteraan petani. Menurut dia, penanaman jagung dapat dilakukan dengan mengolah lahan tidur yang ada di kabupaten itu agar tetap menjadi produktif. Lahan tidur yang terjadi akibat kekeringan pada lahan sawah tadah hujan juga dapat dimanfaatkan. Selama ini, Pesisir Selatan merupakan salah satu kabupaten pemasok kebutuhan jagung di Sumbar. Di kabupaten itu, jagung menjadi produk pertanian unggulan kedua setelah padi. Pada semester II 2012, produksi jagung di kabupaten itu mencapai 39.000 ton, meningkat dari sebelumnya yang hanya 28.000 ton. Ke depan dia bertekad akan terus meningkatkan produksi jagung melalui pemanfaatan potensi lahan yang tersedia. Tingkat produksi jagung pada tahun 2013 diprediksi mencapai 70.556 ton. Menurut Afrizon, tanaman jagung merupakan salah satu komoditas unggulan di kabupaten itu dengan potensi pengembangan cukup menjanjikan dan pemasaran hasil panen cukup prospektif. Saat ini komoditas itu memiliki pasar yang jelas dan kestabilan harga cukup terjamin sebab tingkat permintaan jagung yang masih cukup tinggi, baik sebagai pakan ternak maupun jagung manis.(*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026