Logo Header Antaranews Sumbar

Hasil UN Cermin Perbaikan Pendidikan

Sabtu, 25 Mei 2013 09:46 WIB
Image Print
Ekspresi kelulusan UN. (Antara)

Padang, (Antara) - Pemerintah Kota Padang menyatakan, hasil Ujian Nasional (UN) 2013 yang diperoleh siswa SMA dan sederajat daerah itu, merupakan cerminan perbaikan dan kepedulian berbagai pihak terhadap dunia pendidikan daerah itu. Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Indang Dewata di Padang, Jumat, mengatakan, hasil UN 2013 yang diperoleh pelajar di daerah itu merupakan cerminan adanya perbaikan dalam hal pendidikan dan perhatian baik pemerintah, masyarakat, swasta, dan pihak lainnya terhadap pentingnya pendidikan bagi generasi penerus bangsa. "Kita bersyukur dengan kelulusan 100 persen dari peserta yang ikut UN 2013. Sementara 11 orang tidak lulus karena tidak ikut UN, Jadi angka kelulusan 99,91 persen dari siswa yang terdaftar," kata Indang. Dia menambahkan, meski hasil UN tahun ini memuaskan, namun harus terus dievaluasi, agar ke depan pendidikan di daerah itu makin jauh lebih baik, dari sekarang. Perbaikan pendidikan di Kota Padang terlihat berdasarkan data hasil rata-rata UN di Sumatera Barat, dimana pelajar di kota itu, mendapat nilai terbaik, yakni 7,37, dimana dengan angka tersebut menjadi ibu kota provinsi itu sebagai yang tertinggi dari 19 kabupaten dan kota. Perbaikan dunia pendidikan didaerah itu kedepanya menurut dinas terkait adalah perihal masih seringnya terjadi tauran, yang hingga saat ini belum didapatkan solusi mengatasi permasalahan itu, meski berbagai upaya telah dilakukan, hingga tindakan tegas seperti pemberian sanksi, namun hingga sekarang tidak ada efek jera bagi para pelajar. "Peningkatan karekter para pelajar dan budi pekerti menjadi pekerjaan rumah, dan harus terus kita tingkatkan, agar permasalah pendidikan ini dapat diatasi," ujarnya. Sehubungan dengan itu, meski berdasarkan hasil UN 2013 kualitas pendidikan didaerah itu semakin menunjukan perbaikan, namun juga ada kendala lain, seperti masih adanya kekurangan jumlah tenaga pengajar, sarana transportasi pendidikan yang perlu diperbaiki, gaji guru honorer yan jauh dari layak, dan lainnya. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Padang, untuk jumlah tenaga pengajar, daerah itu masih kekurangan setidaknya untuk tingkat sekolah dasar (SD) yang membutuhkan sebanyak 867 orang. Sementara itu, saat ini dari sekitar 13.000 orang tenaga guru, yang merupakan PNS baru 8.567 orang, dan selebihnya merupakan tenaga honorer, yang bekerja baik di tingkat sekolah dasar, sekolah tingkat menengah, hingga sekolah tingkat atas. (*/eko/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026