Logo Header Antaranews Sumbar

Seluruh guru di Solok Selatan wajib swab test

Selasa, 6 Oktober 2020 16:52 WIB
Image Print
Pjs Bupati Solok Selatan Jasman Rizal (kiri) (ANTARA/HO-Humas Solok Selatan)

Padang Aro (ANTARA) - Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Solok Selatan Jasman Rizal menyebutkan pemerintah setempat akan melakukan swab test atau tes usap kepada para guru di daerah itu dalam mencegah penularan COVID-19.

"Saya telah memerintahkan kepala Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan kepala Dinas Kesehatan bagaimana agar seluruh kepala sekolah dan guru-guru di Solok Selatan tes usap,"katanya di Padang Aro, Selasa.

Hal itu ia sampaikan saat menggelar pertemuan dengan kepala sekolah SD, SMP, SMA, dan pengawas pendidikan se Solok Selatan di Padang Aro, Selasa.

Menurutnya, langkah tersebut sangat efektif agar peserta didik tidak terpapar COVID-19.

“Guru-guru jangan ada lagi yang takut di swab test, semakin cepat kita tahu kalau kita terpapar atau tidak, itu lebih baik," katanya.

Ia menambahkan para guru tidak perlu khawatir dengan semakin meningkatnya angka pasien positif COVID-19 di Sumbar, justru itu sangat baik karena semakin banyak yang diketahui telah terpapar, maka akan cepat dilakukan isolasi sehingga potensi untuk menularkan ke orang lain semakin sedikit.

Ia menyebutkan guru-guru merupakan garda terdepan dalam upaya pemutus mata rantai COVID-19 di tengah-tengah masyarakat.

Guru sebagai tenaga pendidik mempunyai peran penting untuk mengedukasi masyarakat agar tetap patuh menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Sehubungan dengan telah disahkan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pada 30 September 2020, dan telah bisa diterapkan sanksinya bagi pelanggar perda tersebut setelah tujuh hari diundangkan, ia mengatakan tenaga pendidik harus memberikan contoh dan teladan yang baik di tengah masyarakat, terutama dengan selalu memakai masker apabila berada di luar rumah.

"Kepala sekolah dan seluruh tenaga pendidik harus menjadi contoh pelaksanaan Perda AKB ini," katanya.

Ia menyebutkan sekitar 90 persen warga Sumbar yang positif COVID-19 adalah orang tanpa gejala.

"Jadi saya mengharapkan guru-guru selalu menjaga kesehatan dan selalu menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitas," katanya.

Disamping itu, ia juga mengingatkan kepada guru-guru agar berhati-hati saat membeli makanan, karena menurut data yang diterimanya sekitar 60 persen masyarakat terpapar COVID-19 melalui makanan.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026