Logo Header Antaranews Sumbar

Pewarta foto garda terdepan bersama dengan kameramen

Minggu, 13 September 2020 21:39 WIB
Image Print
Pemateri pelatihan Keterampilan Jurnalistik Tingkat Dasar (PKJTD) yang diadakan oleh Surat Kabar Kampus (SKK) Ganto UNP. (Ist)

Padang (ANTARA) - Pewarta foto garda terdepan bersama dengan kameramen

Dalam situasi pandemi COVID-19 ini pewarta foto adalah garda terdepan bersama dengan kameramen, salah satu bahasan dalam zoom meeting yang diadakan Surat Kabar Kampus (SKK) Ganto Universitas Negeri Padang (UNP).

Pelatihan Keterampilan Jurnalistik Tingkat Dasar (PKJTD) yang diadakan oleh Surat Kabar Kampus (SKK) Ganto UNP melalui aplikasi zoom meeting pada 12 September 2020, menghadirkan pembicara pewarta foto senior ANTARA Iggoy El Fitra dan Pemimpin Redaksi Langgam.co.id Hendra Makmur.

“Pewarta foto adalah garda terdepan bersama dengan kameramen. Pewarta foto harus ada di lapangan dalam segala situasi dan kondisi. Serta pewarta foto dapat menjadi saksi atas suatu kejadian”, ungkap Iggoy saat memberi materi.

Dalam pelatihan tersebut ia juga menyampaikan dasar-dasar fotografi. Fotografi menjadi elemen penting dalam suatu berita. Foto dan bukti diperlukan guna memperkuat suatu berita.

"Fotografi merupakan seni melukis dengan cahaya. Media fotografi berupa roll film, dan digital. Dalam pengambilan gambar, jenis kamera yangg digunakan diantaranya kamera analog, SLR, compact, digital, prosumer, mirrorles, action cam, serta cell phone. Masing–masing kamera tersebut memiliki fungsi, kelebihan dan kekurangan tersendiri” ujarnya.

Pemateri pelatihan Keterampilan Jurnalistik Tingkat Dasar (PKJTD) yang diadakan oleh Surat Kabar Kampus (SKK) Ganto UNP. (Ist)
Pemateri lain yang merupakan Pemimpin Redaksi langgam.co.id Hendra Makmur menjelaskan bahwa berita berangkat dari fakta, fakta yang layak jadi berita yaitu fakta yang memiliki nilai berita.

"Suatu berita memiliki nilai jika berita bersifat aktual, memiliki magnitude besar, melibatkan tokoh terkenal atau memiliki kedekatan secara fisik dan emosional dengan pembaca", jelasnya.

Selain itu ia mengatakan berita yang menyangkut rasa kemanusiaan, berdampak luas, aneh, unik, berhubungan dengan konflik, serta viral dan banyak diperbincangkan juga memiliki nilai berita.

Menanggapi kondisi pandemi saat ini, Hendra juga menjelaskan mengenai protokol liputan bagi jurnalis. Jurnalis harus melakukan analisis resiko awal, keamanan acara yang diliput, membicarakan penugasan dan resiko kepada keluarga, serta menyediakan perlengkapan kesehatan.

"Saat liputan di lapangan, jurnalis harus mempertimbangkan kesehatan, kode etik, privasi, jaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu seorang jurnalis harus berpegang teguh pada UU No. 44 tahun 1999 tentang pers serta kode etik jurnalistik," katanya.

Pelatihan Jurnalistik yang telah usai digelar tersebut diberikan kepada staf magang SKK GANTO agar mendapatkan bekal sebelum memasuki SKK GANTO dan juga terbuka untuk umum bagi siapa saja yang ingin menambah pengetahuan mengenai dasar-dasar jurnalistik.



Pewarta:
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026