Seorang pasien positif COVID-19 di Dharmasraya meninggal dunia

id Dharmasraya, covid-19, padang

Seorang pasien positif COVID-19 di Dharmasraya meninggal dunia

Salah seorang pasien reaktif yang meninggal dunia di RSUD Teuku umar dikebumikan secara protokol kesehatan di Desa Meukhan Kecamatan Indra Jaya Aceh Jaya. Kamis (10/9/2020) (ANTARA/HO)

Pulau Punjung (ANTARA) - Satu pasien positif COVID-19 asal Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) meninggal dunia di RSUP M Djamil Padang pada Minggu (13/9) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

"Pasien meninggal seteleh menjalani perawatan di ruang isolasi RSUP M Djamil Padang selama lima hari," kata Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Dharmasraya Rahmadian, di Pulau Punjung, Minggu.

Ia mengatakan pasien meninggal tercatat sebagai Pasien 54 atas nama Ny S (63) asal Kecamatan Koto Besar. Sebelum dirujuk ke M Djamil alhamarhum bersatus pasien dalam pengawasan (PDP).

"Jadi pasien sebelum dirujuk dari RSUD Sungai Dareh berstatus PDP, saat di M Djamil dilakukan tes usap hasilnya keluar positif. Jadi ini pertama pasien positif yang meninggal," ujarnya.

Ia menjelaskan sebelum meninggal pasien yang bersangkutan terdeteksi secara medis memiliki penyakit penyerta, seperti terindikasi tumor paru, diabetes melitus, hipertensi, dan terindikasi TB paru.

Ia menyebutkan pasien dimakamkan dengan menggunakan standar protokol kesehatan COVID-19. Pihaknya juga memastikan tidak ada penolakan dari pihak keluarga.

"Informasi sampai saat ini tidak ada penolakan kalau almarhum dimakamkan dengan standar protokol COVID-19," ujarnya.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan pembaharuan data penanganan COVID-19 hingga 13 September 2020, dengan rincian pemantauan terhadap pelaku perjalanan sebanyak 8.225 jiwa dengan dalam proses pemantauan sebanyak 330 jiwa.

"Sementara untuk kasus suspek masih sebanyak dua kasus dan penanganan riwayat kontak erat sebanyak 2.023 orang dari hasil pelacakan terhadap 61 kasus konfirmasi positif COVID-19 dan sebanyak 1.581 orang sudah selesai dipantau," jelasnya.

Pihaknya kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menjalankan standar protokol kesehatan COVID-19.

"Kami masih menemukan adanya pelanggaran standar protokol kesehatan di sejumlah tempat dan kegiatan, seperti tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak aman dan terdapat beberapa kerumunan yang tidak diikuti dengan penerapan standar protokol secara ketat," tambah dia.