Logo Header Antaranews Sumbar

Disnak Sumbar Sertifikasi Kandang Unggas Masyarakat

Senin, 13 Mei 2013 14:02 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Dinas Peternak Sumatera Barat melakukan sertifikasi terhadap kandang unggas di provinsi itu, guna memudahkan deteksi dan pengendalian penyakit ketika terjadi kasus. "Tujuan sertifikasi untuk memudahkan pengendalian melalui sistem yang sudah diterapkan Disnak dengan menggunakan GPS," kata Kepala Disnak Sumbar Erinaldi di Padang, Senin. Menurut dia, kalau kandang unggas atau ayam petelor maupun pedaging jika terjadi wabah flu burung maka sistem akan mudah mendeteksi. Sistem sertifikasi juga akan membatu masyarakat yang berusaha ayam pedaging, karena mendapat kepercayaan dan mudah bekerja sama dengan perusahaan inti. Selain itu, saat wabah penyakit menyerang tidak semua peternak unggas yang jadi korban seperti selama ini, tapi dapat ditentukan kandang nomor berapa yang terkena dan di wilayah mana. "Selama ini, informasi atau publikasi media dapat berdampak semua peternak unggas di daerah ketika wabah penyakit menyerang. Ke depan, dapat dijelaskan dimana wilayah dan nomor kandangnya, bukan pukul rata saja," katanya. Menurut dia, konsep yang diterapkan dalam upaya menekan kerugian dihadapi peternak unggas dan membangun kepercayaan mitra baik perbankan maupun perusahaan karena sertifikasi sudah dapat sebagai rekomendasi dari Disnak. Khusus untuk unggas jenis ayam boiler (pedaging, red) sudah dilakukan untuk sebanyak 505 kandang yang tersebar di Padang Pariaman, Payakumbuh, Limapuluh Kota dan Padang, Agam. Syaratnya, kata dia, jumlah isi kandang rata-rata di atas 5.000 ekor baru dapat dilakukan pemberian sertifikasi. Kegiatan ini masih daerah yang belum terjangkau. Bahkab, ke depan program sertifikasi akan diterapkan untuk kandang itik di sentra ternak yang ada, di antaranya Padang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Tanah Datar dan Solok. "Sistem yang dibuat untuk meyakinkan masyarakat bahwa usaha yang digelutinya mendapat perhatian pemerintah. Hal ini juga sebagai motivasi bagi peternak yang lain terutama yang belum memenuhi syarat ikut program sertifikasi tersebut," ujarnya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026