Objek wisata Kabupaten Solok mulai dilengkapi sesuai protokol kesehatan era new normal

id Kawasan Taman Hutan Kota ,Arosuka,berita kabupaten solok,wisata kabupaten solok,objek wisata kabupaten solok,berita sumbar,sumbar terkini

Objek wisata Kabupaten Solok mulai dilengkapi sesuai protokol kesehatan era new normal

Kawasan Taman Hutan Kota Wisata (THKW) Arosuka, Kabupaten Solok. (Antara/Tri Asmaini)

Arosuka, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat segera melengkapi sarana prasarana yang diperlukan di objek wisata guna memenuhi aturan dan protokol kesehatan memasuki eranewnormal.

"Pemberlakuan protokol kesehatan di objek wisata ini untuk mencegah pariwisata menjadi cluster baru penyebaran COVID-19. Untuk itu, kami sudah mulai melakukan pemantauan dan penilaian objek wisata mana yang sudah siap untuk dibuka saat new normal," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten SolokNasripul Romika di Arosuka, Rabu.

Menurutnya, penilaian ini merupakan rekomendasi bupati, agar pihaknya turun ke lapangan mengecek kesiapan objek wisata unggulan dalam menatap era newnormal. Tentu perlu pembenahan terutama untuk mendukung kelengkapan objek wisata agar sesuai aturan protokol kesehatan.

"Ada tiga yang masuk prioritas, yakni Dermaga Singkarak, Alahan Panjang Resort dan Kampung Wisata Budaya. Tahap awal, kami akan melengkapi sarana dan prasara kebersihan dan kesehatan, dan juga memberikan sosialisasi kepada pengelola objek wisata tentang aturan newnormal," ujarnya.

Di objek wisata ini akan harus diterapkan standar protokol kesehatan, pengelola wajib menyediakan thermo gun dan bilik disinfektan, pengelola dan pengunjung wajib memakai masker.

Selain itu objek wisata juga harus menyediakan sarana cuci tangan, hand sanitizer di tempat-tempat yang terjangkau pengunjung, dan membatasi pengunjung sesuai konsep newnormal.

Pihaknya juga akan melatih SDM pariwisata yang disesuaikan dengan konsep newnormal, dan menyediakan sarana prasarana untuk destinasi pariwisata dan tempat usaha wisata, karena sudah tutup berbulan-bulan.

Pihaknya juga akan menyosialisasikan melalui media sosial kepada masyarakat tentang aturan di objek wisata sesuai konsep newnormal.

Ia mengakui masih banyak tempat-tempat populer yang ramai dikunjungi masyarakat seperti kebun teh, tepian Danau Singkarak, tepian Danau Kembar, dan beberapa objek wisata lainnya di berbagai nagari di Kabupaten Solok.

Spot-spot keramaian ini bukanlah binaan Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, melainkan tempat yang dikelola masyarakat, tapi pengelola tetap menutup objek wisata meski masyarakat bersikeras mengunjungi karena beberapa objek wisata unggulan ditutup.

Kawasan Dermaga Singkarak, Kabupaten Solok. (Antara/Tri Asmaini)


Ia mengaku dermaga Danau Singkarak, Alahan Panjang Resort (kawasan Danau Diatas dan Dibawah) tetap tutup selama lebaran, bahkan telah tutup sejak pertengahan Maret lalu.

"Untuk kondisi tidak terduga, kami sudah sampaikan kepada masyarakat dan masing-masing wali nagari terkait, untuk tetap mengatur aturan sesuai protokol kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, khusus wisata budaya di kampung budaya, ia menyebut Kampung Wisata Budaya menjadi alternatif baru dalam berwisata ala new normal.

Sebab sesuai konsepnya, wisata budaya bukanlah pariwisata yang memprioritaskan kunjungan massal, tapi lebih kepada kualitas pariwisatanya, seperti edukasi budaya dan pengalaman selama kunjungan.

"Tapi di Nagari Jawi-jawi Guguak (Kampung Budaya) kami juga sudah melengkapi sarana prasarana sesuai protokol kesehatan dan aturan teknis sesuai konsep, kami harap pariwisata Kabupaten Solok terus menggeliat di tengah pandemi," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar