Logo Header Antaranews Sumbar

Tokoh Oposisi: Barat Dukung Gerilyawan Pecahkan Suriah

Rabu, 24 April 2013 07:33 WIB
Image Print

Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - Tokoh oposisi Suriah yang berpusat di dalam negeri Suriah, Selasa (23/4), mengatakan kelompok oposisi di pengasingan dan pendukung Barat mereka serius mengenai pembelian minyak mentah Suriah dari daerah yang dikuasai gerilyawan Suriah Utara dan Timur. Tujuan dari tindakan tersebut ialah untuk memecah wilayah Suriah. Maher Merhej, pemimpin Partai Pemuda Nasional, yang berpusat di Damaskus, mengatakan kepada Xinhua ia telah sampai pada kesimpulan itu setelah pertemuannya belum lama ini di Turki dengan sejumlah anggota Koalisi Nasional Suriah (SNC), yang berada di pengasingan. Merhej mengatakan ia yakin koalisi tersebut dan negara Barat benar-benar serius di tingkat paling tinggi mengenai tindakan itu. Sehari sebelemunya, Uni Eropa meredakan sanksi tertentu terhadap Suriah, termasuk embargo minyak, sehingga "bisa membantu rakyat sipil" dan mendukung oposisi di negara yang dilanda konflik berkepanjangan tersebut. Menurut satu pernyataan yang dikeluarkan oleh Dewan Urusan Luar negeri Uni Eropa di Luksemburg, blok 27-anggota itu memberi lampu hijau bagi tiga jenis transaksi. Pertama adalah import produk minyak dan bensin, kedua eksport teknologi dan peralatan penting buat industri minyak dan gas ke Suriah, serta ketiga penanaman modal di industri minyak Suriah. Uni Eropa meminta pemerintah terkait berkonsultasi dengan SNC sebelum menyetujui transaksi semacam itu, dan menjamin transaksi tersebut tidak memotong sanksi Uni Eropa terhadap Suriah, terutama pembekuan aset orang yang memiliki kaitan dengan kerusuhan di Suriah. Larangan import Uni Eropa atas produk minyak dan bensin Suriah diberlakukan pada September 2011. Merhej menekankan negara Barat menyeru koalisi Suriah di pengasingan untuk segera membentuk pemerintah sementara agar bisa melakukan bisnis penjualan minyak mentah Suriah, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi. Barat berencana memasang pipa saluran baru dari Suriah Utara dan Timur ke Turki di Iskenderun, Provinsi Hatay di Pantai Laut Tengah Turki, katanya. Ia menyatakan langkah itu bertujuan menghapuskan semua penyelesaian politik dan juga mendirikan panggung bagi pemecahan Suriah. Tindakan tersebut sepenuhnya melanggar kedaulatan Suriah, katanya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026