Jakarta, (Antara) - Pendiri dan pimpinan grup usaha Artha Graha Network, Tomy Winata, menegaskan Indonesia dapat menjadi pemain penting di dunia dengan membuat sejarah khususnya dalam pembangunan infrastruktur. "Indonesia mampu dan pasti bisa membuat sejarah dalam membangun infrastruktur penghubung antar pulau dan itu bisa dimulai dengan pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang akan menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera,"kata Tomy di Jakarta, Selasa. Tomy berkeinginan membuat sejarah dengan membangun Jembatan Selat Sunda (JSS) bisa terwujud. "Jika Belanda bisa membangun dari Anyer ke Panarukan, saya ingin melanjutkan pembangunan jalan dari Anyer ke Lampung," ujar Tomy. Tomy mengatakan, setelah zaman Belanda, Indonesia tak pernah lagi membangun jaringan infrastruktur yang bagus, termasuk di Sumatera dan Jawa. Padahal pembangunan infrastruktur penghubung kedua pulau besar ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. "Selama ini kendala transportasi kedua pulau itu sangat tinggi terkadang bisa satu hari sampai tujuh hari. Dengan JSS ini, aliran komoditas pertanian dan kepentingan industri itu paling lama hanya dua jam,"kata Tomy Winata. Dia menguraikan, dalam jangka panjang pembangunan tidak hanya sebatas Jawa dan Sumatera, tetapi juga menghubungkan semua pulau-pulau di Indonesia. "Mungkin semua pulau-pulau di Indonesia bisa digabungkan, setelah Jawa-Sumatera disusul Sumatera-Bangka-Belitung-Kalimantan. Kemudian Nunukan di Kalimantan ke Sulawesi Utara, satu lagi dari Sulawesi Utara ke Maluku Utara juga bisa tersambung,"papar Tomy. Sebagaimana diberitakan beberapa waktu lalu, biaya pembangunan JSS bisa mencapai 25 miliar dolar AS atau Rp225 triliun. Menurut Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Lukita Dinarsyah Tuwo, kepastian biaya sesungguhnya baru akan diketahui setelah ada hasil studi kelayakan. (*/sun)
