Mayoritas usaha pangkas rambut Garut di Jakarta tutup

id dampak corona,jakarta

Mayoritas usaha pangkas rambut Garut di Jakarta tutup

Seorang tukang cukur mengunakan alat pelindung diri (APD) saat mencukur rambut pelanggannya di tempat pangkas rambut Chemot Barbershop, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/4/2020). Penggunaan APD tersebut merupakan sosialisasi kepada pelanggan serta sebagai antisipasi agar lebih waspada terhadap penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.

85 persen sudah tutup di Jakarta, termasuk barber shop saya di Pancoran,
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 85 persen dari total 4.000 pengusaha usaha cukur rambut dalam Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG) telah menutup kegiatan mereka karena terimbasCOVID-19 di Jakarta.

"85 persen sudah tutup di Jakarta, termasuk barber shop saya di Pancoran," kata Penasihat PPRG Rudi di Jakarta, Rabu siang.

Penutupan tempat usaha itu berlangsung secara bertahap sejak 20 Maret 2020 di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Rudi mengatakan alasan penutupan berkaitan dengan wabah COVID-19 yang rawan ditularkan konsumen maupun sebaliknya.

"Sudah 20 hari ini kami tutup," katanya.

Rudi menambahkan saat ini pengusaha pangkas rambut beserta pegawainya sebagian besar telah pulang kampung.

Terlebih dengan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Jumat (10/4), kata Rudi, konsumen akan semakin sepi.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar