130 APD di Pasaman Barat segera dibagikan ke tenaga medis

id berita pasaman barat, apd,berita sumbar, corona

130 APD di Pasaman Barat segera dibagikan ke tenaga medis

Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pasaman Barat, Edi Busti. (Antara/Altas Maulana)

Simpang Ampek (ANTARA) - Sekitar 130 Alat Pelindung Diri (APD) antisipasi Corona Virus Disease (COVID-19) siap dibagikan ke tenaga medis di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar).

"Kita sangat kesulitan memperoleh APD. Kemarin sudah diperoleh sebanyak 30 APD dan hari ini kami peroleh dari provinsi sebanyak 100 buah dan masih dalam perjalanan," kata Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pasaman Barat, Edi Busti di Simpang Empat, Sabtu .

Menurutnya APD itu nantinya akan dibagikan kepada tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jambak dan di Puskesmas yang ada.

"Jelas kita kekurangan APD namun untuk saat ini akan kita berdayakan yang ada dan yang diperoleh," ujarnya.

Ia menyebutkan akibat kekurangan APD itu maka sejumlah tenaga medis menggunakan APD darurat apa adanya dan boleh dikatakan jauh dari kata layak.

"Kita terus berupaya memperoleh APD baik ke provinsi maupun dari pemerintah pusat. APD sangat penting dalam rangka persiapan jika nanti ada suspect COVID-19," ujarnya.

Ia menegaskan hingga saat ini di Pasaman Barat belum ada yang Pasien Dalam Pantauan (PDP) dan yang ada hanya Orang Dalam Pantauan (ODP).

"Isu sangat banyak berkembang di tengah masyarakat yang mengatakan sudah ada yang PDP. Itu tidak benar," tegasnya.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pasaman Barat, Gina Alecia menambahkan hingga Sabtu (28/3) pukul 18.30 WIB warga Pasaman Barat yang ODP berjumlah 13 orang.

"Belum ada yang PDP dan informasi di luar tidak benar. Ada warga Tongar pelaku perjalanan yang dihebohkan PDP namun setelah dicek suhu tubuhnya normal dan tidak demam," katanya.

Ia berharap masyarakat tetap tenang dan menyaring informasi yang beredar.

Selain itu ia berharap kepada warga yang baru pulang dari rantau segera melaporkan diri ke puskesmas terdekat untuk dicek kesehatannya.

"Kami berharap ada kesadaran warga yang baru pulang dari rantau untuk melapor dan cek kesehatan. Jangan keluar rumah dahulu dengan monitoring mandiri di rumah," harapnya.

Baca juga: Pemkab Pasaman Barat minta warga yang baru datang dari luar daerah segera lapor dan cek kesehatan

Baca juga: Pemkab Pasaman Barat jamin stok beras hingga enam bulan kedepan


Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar