Siapa bilang Sumbar kekurangan listrik? ini buktinya

id PLN, berita sumbar, listrik sumbar,sumbar kelebihan listrik,sumbar krisis listrik

Siapa bilang Sumbar kekurangan listrik? ini buktinya

GM PLN Wilayah Sumbar Bambang Dwiyanto (Antara/Ikhwan Wahyudi)

Tapan, (ANTARA) - PT PLN wilayah Sumbar memaparkan hingga kini kapasitas listrik di provinsi itu memiliki kelebihan daya hingga 130 mega watt yang dapat digunakan sebagai cadangan dan juga memenuhi kebutuhan investor yang berinvestasi.

"Saat ini beban daya puncak mencapai 590 MW, namun kapasitas yang ada 720 MW," kata General Manager PLN Wilayah Sumatera Barat Bambang Dwiyanto di Tapan, Rabu usai peresmian PLTM Sako 1.

Menurut dia surplusnya daya listrik di Sumbar karena ada beberapa pembangkit energi terbarukan yang sudah mulai beroperasi mulai dari Pembangkit Listrik Geothermal di Solok Selatan hingga beberapa PembangkitListrik Mikro Hidro.

"Kondisi ini berbeda dengan beberapa enam tahun lalu yang masih kekurangan daya listrik," kata dia.

Ia mengatakan adanya kelebihan ini dipastikan tidak ada lagi pemadaman rutin bergilir akibat kekurangan daya.

"Lain halnya kalau ada pemadaman karena gangguan alam ," kata dia.

Bambang mengatakan dengan kondisi ini potensial bagi para pemodal untuk berinvestasi di Sumbar karena listrik tersedia dan mencukupi

Ia mengatakan secara teknis jika cadangan terlalu besar juga memakan biaya yang besar kendati saat ini sudah ada interkoneksi di Sumatera.

Terkait peresmian PLTM Sako 1 Bambang menyambut baik peresmian PLTM Sako 1 karena merupakan bentuk dukungan atas penyediaan pembangkit listrik dari energi terbarukan.

Ia menilai keberadaan pembangkit ini juga meningkatkan kualitas tegangan listrik karena daerah ini jauh dari gardu.

"Sebelumnya gardu induk ada di daerah Balai Selasa dengan adanya PLTM Sako 1 tegangan lebih stabil sehingga lampu tidak redup," kata dia.

Ia menyampaikan kapasitas PLTM ini mampu aliri 12.000 rumah dengan daya terpasang 450 watt dan 6.000 rumah jika daya terpasang 900 watt.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar