Logo Header Antaranews Sumbar

Pemko Sawahlunto latih petani calon penerima bantuan 6.250 bibit kelapa dalam

Rabu, 17 September 2025 12:27 WIB
Image Print
Sebanyak 50 petani di Sawahlunto yang merupakan calon penerima bantuan kelapa dalam dan pupuk sedang dilatih administrasi dan teknik budidaya, Selasa. (Antarasumbar/HO-dokumentasi DKP3)

Saw (ANTARA) - Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Provinsi Sumatera Barat akan menyalurkan bantuan 6.250 bibit kelapa dalam yang dilengkapi dengan 6.250 kilogram pupuk kompos kepada petani di Kota Sawahlunto.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Sawahlunto Henni Purwaningsih, di Sawahlunto, Rabu, menyebut sebelum bantuan kelapa dalam dan pupuk itu diserahkan didahului dengan sosialisasi tertib administrasi dan teknik pembudidayaan.

“Sosialisasi yang dilaksanakan kemaren adalah untuk menyiapkan petani yang akan menerima kelapa sehingga nanti mereka menanam dan merawatnya sesuai standar, dengan dibekali ilmu maka bisa memperkuat kapasitas petani,” katanya.


Ia menyebut bantuan yang bersumber dari program APBD Provinsi Sumbar itu bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Henni menjelaskan, kelapa dalam memiliki keunggulan yakni umur produktif panjang, lebih tahan terhadap perubahan iklim, serta mudah dibudidayakan di lahan perkebunan rakyat.

Dengan produktivitas optimal, hasil panen dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Kemudian Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menyatakan dukungan Pemerintah Kota dalam memastikan program ini berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan petani.

“Kelapa dalam adalah peluang ekonomi jangka panjang. Dengan sinergi bantuan provinsi dan pendampingan penyuluh pertanian, kami ingin petani Sawahlunto semakin berdaya, selaras dengan arah kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto dalam Astacita yang menekankan penguatan ekonomi berbasis pangan dan perkebunan,” kata dia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor kelapa nasional pada 2024 mencapai 1,57 juta ton dengan nilai lebih dari Rp14 triliun. Angka ini menegaskan kelapa masih menjadi komoditas unggulan yang potensial menggerakkan ekonomi rakyat.

DKP3 Sawahlunto menugaskan koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dan delapan penyuluh lapangan untuk mendampingi 50 petani penerima bantuan agar tata kelola budidaya lebih profesional.

“Pendampingan teknis ini penting untuk menjaga keberhasilan sejak penanaman hingga pemeliharaan,” kata Kepala DKP3 Henni Purwaningsih.

Untuk menjamin akuntabilitas, setiap penerima akan diwajibkan membuat laporan perkembangan budidaya yang diverifikasi tim lapangan.

Dengan demikian, program ini diharapkan tidak hanya menjadi intervensi sesaat, melainkan fondasi jangka panjang dalam memperkuat ekonomi pedesaan berbasis kelapa dalam di Sawahlunto.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026