Penggunaan TPA sampah Solok Selatan ditunda karena dinding jebol

id Irwandi Osmaidi,solok selatan,TPA solok selatan,solok selatan terkini,berita sumbar

Penggunaan TPA sampah Solok Selatan ditunda karena dinding jebol

Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Solok Selatan, Irwandi Osmaidi. (Antara/Erik IA)

Padang Aro, (ANTARA) - Pemanfaatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat ditunda karena dindingnya jebol sepanjang empat meter, dan ada retakan sepanjang 40 meter.

"TPAini rencananya mulai digunakan tahun ini, dan peralatannya seperti buldozer sudah datang tetapi karena dindingnya jebol sepanjang empat meter, dan ada retakan sekitar 40 meter arah area pertanian warga akibat bencana alam Desember 2019 makapemanfaatannya ditunda dulu," kata Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Solok Selatan,Irwandi Osmaidi, di Padang Aro, Rabu.

Dia menjelaskan, untuk perbaikan dinding TPA yang jebol dan retak tersebut sudah diusulkan ke pemerintah pusat.

Usulan tersebut katanya, akan dilakukan riwew Detail Engineering Design (DED) dulu setelah itu baru rencana perbaikan.

"Berapa dana yang dibutuhkan untuk perbaikan akan didapat setelah dilakukan rivew DED," katanya.

Dia menyebutkan, karena TPA belum bisa dimanfaatkan sekarang pembuangan sampah sementara dilakukan di beberapa titik yang sudah ditentukan.

Yang pertama kata dia, lokasi pembuangan yaitu di terminal Muaralabuh yang dibuatkan lobangnya seterusnya di samping Pasar Padang Aro dan di Lubuk Malako.

Untuk yang di Lubuk Malako katanya, pihaknya menyewa tanah seluas 5 ribu meter persegi dan akan mulai dimanfaatkan tahun ini.

TPA Solok Selatan memiliki lahan seluas 4,8 hektare dan penampungan sampah 0,8 hektare atau dengan kapasitas 56 ribu kubik.

Sedangkan untuk produksi sampah di Solok Selatan yaitu pada kawasan satu yang terdiri dari Kecamatan Sungai Pagu, Koto Parik Gadang Diateh dan Pauh Duo sebanyak 24 ton sehari.

Selanjutnya kawasan dua Kecamatan Sangir 13 ton perhari serta kawasan tiga yang terdiri dari Kecamatan Sangir Jujuan, Sangir Batang Hari dan Sangir Balai Janggo 17 ton sehari.

Sedangkan untuk TPS di Golden Arm saat ini tidak dimanfaatkan dan pihaknya sudah memagarinya dengan seng guna menghindari pembuangan sampah liar. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar