Logo Header Antaranews Sumbar

PBB-Suriah Hampir Sepakati Penyelidikan Senjata Kimia

Kamis, 11 April 2013 07:01 WIB
Image Print

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - PBB dan Pemerintah Suriah mendekati kesepakatan mengenai penyelidikan internasional tentang penggunaan senjata kimia di Suriah, kata seorang pejabat senior PBB. "Sekarang ini kami sedang menunggu kesepakatan akhir dengan Suriah, dan kami sangat dekat dengan itu," kata Angela Kane, Wakil Tinggi PBB bagi Urusan Perlucutan Senjata, dalam wawancara baru-baru ini dengan Xinhua. Kane saat ini sedang melakukan pembahasan dengan Pemerintah Suriah dan membuat pengaturan guna mengirim satu misi yang akan menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia --yang disampaikan Suriah kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada Maret. Prancis dan Inggris juga mengikuti perbuatan Suriah dengan satu surat kepada Ban, untuk meminta dia menyelidiki dua peristiwa lagi mengenai kemungkinan penggunaan senjata kimia. Melalui proses PBB yang tak banyak diketahui dan disebut Mekanisme Sekretaris Jenderal (SGM), yang diciptakan berdasarkan resolusi Sidang Majelis Umum 20 tahun lalu, Ban dapat menunjuk satu tim untuk menyelidiki tuduhan satu negara anggota mengenai penggunaan senjata kimia. Satu tim kecil telah berkumpul, termasuk ilmuwan Swedia Ake Sellstrom dan para pejabat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta Organisasi bagi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW). Sebagai jawaban atas satu pernyataan tentang apakah Suriah akan memberi akses tanpa batas bagi penyelidikan itu, Kane mengatakan kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi, "Saya kira kami sangat dekat dengan itu." "Yang tidak mudah ialaha situasi keamanan saat ini di negeri tersebut. Saya memiliki penghormatan sangat besar buat para ilmuwan ini dan mereka telah sepakat untuk menjadi bagian dari misi ini sebab saya kira itu bukan tanpa resiko. Jelas itu saat yang sulit," kata wakil senior PBB tersebut. SGM tidak memiliki mandat untuk menyelidiki siapa yang menggunakan senjata kimia jika ada bukti penggunaan senjata itu. Namun Kane mengatakan jika memang ada bahan kimia yang telah digunakan, ia berharap misi tersebut akan berfungsi sebagai penghalang bagi pihak mana pun untuk menggunakannya. "Keprihatinan sekretaris jenderal sejak dulu selalu ialah mengingat rakyat, dan kami harap juga patut untuk mengatakan kami akan datang untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia, jadi hati-hati lah bahwa kalian tahu kami sedang berusaha memeriksa ini, dan akan ada pengutukan terhadap siapa saja yang menggunakannya," kata Kane. Kane, yang tak bisa berspekulasi mengenai kemungkinan dampak dari laporan yang memperlihatkan senjata kimia telah digunakan, mengatakan, "Itu adalah senjata yang mengerikan. Maksud saya, setiap senjata mengerikan tapi ini sangat tercela." (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026