Syuhendri: TMB bukan menyuruh membaca, tapi mendekatkan dengan bacaan

id Tanah Ombak,Syuhendri,Taman Bacaan Masyarakat,TMB Solok Selatan

Syuhendri: TMB bukan menyuruh membaca, tapi mendekatkan dengan bacaan

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wdy/17

Padang Aro (ANTARA) - Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Solok Selatan, Sumatera Barat Fidel Efendi mengatakan masyarakat sudah banyak yang meninggalkan kebiasaan membaca.

"Kualitas sumber daya manusia akan kuat kalau banyak membaca tetapi sekarang sudah banyak yang meninggalkan kebiasaan baca. Menjadi tanggung jawab bersama bagaimana menumbuhkannya lagi," katanya saat sosialisasi meningkatkan minat baca masyarakat melalui pengelolaan TBM yang berkualitas yang digagas TP-PKK Solok Selatan, di Padang Aro, Rabu.

Menurut dia, rendahnya minat baca bisa karena kurangnya daya tarik Taman Bacaan Masyarakat (TBM) serta jadwal bukanya tidak setiap hari.

Selain itu, katanya, TBM juga kurang stok buku sehingga membuat masyarakat malas berkunjung.

Sekarang, katanya, di ruang tunggu berbagai fasilitas umum seperti bandara tidak terlihat lagi orang yang membaca buku tetapi disibukkan dengan permainan daring.

Narasumber dari TBM Tanah Ombak Padang Syuhendri mengatakan, mengajak orang membaca sangat sulit sekali dan persoalan ini sudah menjadi masalah nasional.

Menurut dia, tujuan TBM dibentuk bukan untuk menyuruh orang membaca tetapi menciptakan suasana agar orang tertarik dengan bacaan.

"Pengelola TBM jangan berpikir menyuruh orang membaca tetapi bagaimana menciptakan orang dekat dengan dengan bacaan," katanya.

Dia menjelaskan, TBM harus menciptakan ruangan yang sederhana dan artistik sehingga orang tertarik untuk berkunjung.

Untuk ruangan ini, katanya, tidak perlu mewah sehingga semua kalangan tidak segan untuk masuk dan ini salah satu cara mendekatkan masyarakat dengan bacaan.

Selain itu, katanya, dalam meletakkan buku hindari penggunaan lemari dan buku harus mudah serta rak bukunya jangan monoton.

"Hindari penggunaan rak buku seperti di perkantoran tetapi buat semenarik mungkin," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar