Logo Header Antaranews Sumbar

Bukittinggi Kian Semrawut Oleh Pedagang Dadakan

Sabtu, 30 Maret 2013 20:05 WIB
Image Print

Bukittinggi, (Antara) - Kota Bukittinggi, Sumatera Barat tampak semakin padat dan kian semrawut akibat dipenuhi pedagang dadakan serta banyaknya kendaraan parkir di pinggir jalan. Dilaporkan di Bukittinggi, Sabtu bahwa semrawutnya kota juga terlihat pada salah satu obyek wisata taman kota tersebut, yakni Jam Gadang karena lokasi itu menjadi tempat berjualan pedagang kaki lima meskipun hanya dadakan. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya parkir kendaraan roda empat di sepanjang jalan menuju taman Jam Gadang sehingga mengakibatkan kemacetan lalu lintas. Di taman Jam Gadang para pedagang dadakan terkesan sangat leluasa berjualan sehingga aparat pemerintah yakni Satpol PP terkesan tidak berdaya menertibkan mereka. Kondisi itu menciptakan suasana tidak nyaman bagi wisatawan yang pada umumnya merupakan wisatawan dari dalam dan luar Sumatera Barat yang berkujung ke kota itu. Pedagang dadakan begitu banyak dan menyebar menempati kawasan taman Jam Gadang, dan sisi kiri jalan menuju pusat kota, tepatnya di pendakian bioskop Syofia mulai dari depan Hotel Indria dijadikan areal parkir telah menyebabkan kemacetan sehingga kesemrawutan terjadi di kota itu. "Kota Bukittinggi kini benar-benar sudah semrawut dan tak nyaman lagi untuk dikunjungi. Sulit menuju taman Jam Gadang," kata Rusdi, salah seorang wisatawan asal Padang. Kota Bukittinggi yang berada di kawasan dataran tinggi sekitar 900-an meter dari permukaan laut tersebut, kata dia, perlu mendapat perhatian serius oleh pemerintah terkait sehingga kembali nyaman untuk dikunjungi. "Kami mengkhawatirkan jika tidak ada pembenahan oleh pemerintah, wisatawan akan menjadi malas untuk berwisata ke Bukittinggi," katanya. Pengujung lainnya dari Pekanbaru, Riau, Jefri, menilai, Bukittinggi ibarat kota yang tidak memiliki aturan. "Kota ini tekesan tak bertuan. Dimana-mana orang leluasa untuk berbuat apa saja sementara petugas terkait yaitu Satpol PP dan Dinas Perhubungan hanya ngumpul-ngupul di depan Istana Bung Hatta dan kawasan taman," kata dia. Pedagang yang berjualan di kawasan taman dan objek wisata serta pakir di pinggir jalan terkesan dibiarkan," katanya. Dia berharap, pemerintah agar memikirkan untuk dapat mempercantik serta memperindah wajah kota yang menjadi tujuan wisata di Sumbar, bukan di perburuk seperti sekarang ini. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bukittinggi Syafnir mengatakan, pihaknya telah mengupayakan fasilitas umum bersih dari pedagang dengan menggelar razia setiap hari. "Razia yang dilakukan meliputi penertiban di trotoar, objek wisata taman jam gadang, pinggir jalan yang dijadikan sebagai tempat berjualan seperti yang terjadi di kawasan Pasar Banto," kata dia. Bukittinggi, selain kota tujuan wisata juga menjadi tempat persinggahan bagi wisatawan setelah melakukan kunjungan ke sejumlah objek wisata seperti Danau Singkarak, Danau Maninjau, dan sejumlah objek wisata lain di Kota Payakumbuh, Kota Padangpanjang, serta Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026