Solok Selatan liburkan sekolah akibat pekatnya kabut asap

id liburkan sekolah,solok selatan liburkan sekolah,kabut asap,karhutla,berita solok selatan,berita sumbar

Solok Selatan liburkan sekolah akibat pekatnya kabut asap

Pelajar sekolah dasar di Padang Aro pulang sekolah dengan berjalan kaki dibawah tebalnya kabut asap yang melanda daerah itu, Rabu (16/10). (Antara Sumbar/Erik IA)

Padang Aro, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat meliburkan sekolah tingkat Paud hingga SMA selama tiga hari mulai Kamis (17/10) hingga Sabtu (19/10) karena kabut asap semakin pekat menyelimuti daerah itu.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Zulkarnainidi Padang Aro, Rabu, mengatakan kepala sekolah dan guru tetap menjalankan tugas seperti biasa dengan menyelesaikan administrasi, serta menyampaikan materi pembelajaran secara mandiri kepada peserta didik.

"Sekolah diliburkan selama tiga hari dan kembali masuk pada Senin (21/10) dan kami terus mengevaluasi kondisi udara sedangkan guru tetap bekerja seperti biasa," katanya.

Dia mengatakan, surat pemberitahuan libur sudah disampaikan kepada pihak sekolah mulai tingkat PAUD hingga SMA.

Setiap sekolah katanya memberitahukan tentang libur sekolah ini kepada orang tua siswa agar selama libur bisa memaksimalkan putra-putrinya untuk belajar di rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Dia mengimbau orang tua siswa supaya lebih memperhatikan kesehatan anaknya di tengah tebalnya kabut asap dengan memperbanyak konsumsi air, konsumsi makanan bergizi serta buah-buahan.

"Apabila pelajar yang libur harus keluar rumah sebaiknya menggunakan masker demi kesehatan," ujarnya.

Untuk kabut asap di Solok Selatan hari ini merupakan yang paling pekat dan dengan jarak pandang yang terbatas serta mulai perih dimata.

Kepekatan kabut asap di Solok Selatan mulai meningkat sejak Senin dan hari ini merupakan yang paling parah.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, melakukan pengujian dan analisis kualitas udara menyusul kabut asap kiriman dari provinsi tetangga yang semakin tebal di daerah itu.

"Kami memasang alat High Volume Air Sampler (HVAS) di halaman kantor Bupati selama 24 jam untuk menguji kualitas udara di Solok Selatan karena kabut asap yang semakin tebal", kata Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan, Dinas Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Solok Selatan Murtamin.

Dia menjelaskan, dalam pengujian pihaknya memakai ambang baku mutu parameter PM 10 dengan durasi waktu pengukuran 24 jam dengan ambang batas 150 mikrogram per meter kubik, dan hasil analisis kualitas udara butuh waktu satu hari.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Solok Selatan, Inroni Muharamsyah, mengatakan, saat ini pihaknya mendapat informasi kalau titik api kebakaran hutan dan lahan ada di Provinsi Jambi, Sumatera Selatan dan Lampung.

"Di tempat kita tidak ada kebakaran lahan sehingga asap ini memang kiriman dari Provinsi lain," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar