Silek Arts Festival 2019, 40 karya seni tentang silat dipamerkan di Tambud

id silek arts festival,GarakJo Garik,Taman Budaya Sumbar

Silek Arts Festival 2019, 40 karya seni tentang silat dipamerkan di Tambud

Kurator pameran Iswandi dan Kepala Bidang Kesenian dan Diplomasi Budaya Dinas Kebudayaan Sumbar, Ilfitra. (ANTARA SUMBAR/ Ist)

Padang (ANTARA) - Pameran seni visual "GarakJo Garik" di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat akan menampilkan 40 karya perupa yang mengekspresikan pembacaan atas falsafah silat.

Kurator pameran Iswandi di Padang, Kamis menyebutkan 40 karya itu terbagi atas 20 karya hasil kuratorial dari 63 karya yang masuk, serta 20 karya undangan.

Karya yang ditampilkan itu terbagi atas tiga kelompok berdasarkan kecenderungan perupa dalam membaca tema pameran, masing-masing tersurat, tersirat dan tersuruk.

Kelompok pembacaan tersurat terlihat dari karya Herisman, Tojes, Hamzah Am, Erison J Kambari, Imam Teguh, Amrianis, Dita Novarni, Jefri Rahmad, Kenaris Studio, Rafid Adli dan Dayu Ika Aprilia.

Kelompok pembacaan tersirat terlihat dari sejumlah karya dari Agus Marah Yunus (alm) Ferdian Ondira Asa, Arolan Antonio Pranata, Esa Nugraha, Hendra Sardi, Jeki Aprisela, Jon Wahid, Kamal Guci, Kodri Johan, Komonitas Akar Rumput, M. Nasrul Kamal, Ricon Ibdar, Martwan, Gendi Malinyo, Benny Saputra, Roni Sawarni dan F. Yohanes.

Sementara pembacaan tersuruk dalam dirasakan dari karya Nasrul Palapa, harnimal, Alza Adrizon, Syahrial Yayan, Syafrizal, Yasrul Sami Batu Bara, Erlangga, Alberto, Rahmad Fernando, Aldino Putra, Ardim dan Andrea Vernanro.

Karya seni itu akan dipamerkan di Galeri Taman Budaya, tanggal 20 hingga 30 Agustus 2019. Pameran ini merupakan salah satu ajang pendukungSilek Arts Festival (SAF) 2019.

Kepala Bidang Kesenian dan Diplomasi Budaya Dinas Kebudayaan, Ilfitra menyebut tema "Garak Jo Garik" yang menceritakan perpaduan antara intuisi dan gerak yang merupakan salah satu konsep dasar dalam silek.

"Jadi tema ini menawarkan peluang untuk dikembangkan oleh seniman rupa di Sumbar untuk menghadirkan capai-capaian baru dalam aspek visual dan estetika sehingga pengayaan beragam media dan eskpresi dalam pameran akan memperkaya khasanah pengetahuan tentang budaya silek," ungkapnya.

Selain itu, dengan adanya pameran seni visual SAF menjadi media interaksi antara pelaku seni rupa menunjukkan ide dan gagasannya antara pemikiran perupa dengan masyarakat.

"Untuk itu kita ingin pameran ini disaksikan masyarakat, apalagi pameran ini menampilkan kesenian yang menampilkan karya dari lintas generasi," ujarnya.

Selain pameran itu, akan banyak lagi rangkaian kegiatan Silek Arts Festival 2019 yang sayang untuk dilewatkan oleh masyarakat.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar