
Peringatan HUT Padang ke-350 dimeriahkan pawai telong-telong hingga kesenian multietnis

Padang (ANTARA) - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) ke-350 dipusatkan di pantai kawasan Danau Cimpago yang berlangsung semarak dan meriah lewat sejumlah pertunjukan bertajuk Festival Telong-Telong pada Selasa malam.
"Hari jadi Kota Padang diawali dengan kisah perjuangan berat melawan penjajah Belanda melalui VOC, karena itu semangatnya harus kita warisi sebagai generasi penerus," kata Wali Kota Padang Mahyeldi dalam sambutannya, di Padang.
Ia mengatakan semangat persatuan dan kekompakan para pejuang harus dijadikan sebagai pedoman.
"Mengapa pejuang dulu begitu berani?, karena ada semangat kebenaran, membela harga diri dan mengusir penjajah," katanya.
Setiap nilai pelajaran itu menurutnya harus terus digali, dicermati, dan diterapkan dalam kehidupan saat ini serta masa akan datang.
Pada masa saat ini, lanjutnya, perjuangan tidak lagi dalam konteks mengangkat senjata. Namun berkontribusi membangun serta memajukan daerah.
Mahyeldi mengatakan berbagai sektor terus digerakkan untuk memajukan perekonomian daerah, terutama adalah pariwisata.
Dalam kesempatan itu ia juga mengajak seluruh warga Padang untuk menjauhi perbuatan maksiat, sesuai yang telah disepakati bersama tokoh masyarakat pada 2018 lalu.
Salah seorang pedagang Ef (43), berharap di hari jadi Padang itu pemerintah terus memajukan daerah, terutama pariwisata.
"Saya adalah pedagang di Pantai, tentu yang diharapkan pemerintah memajukan tempat wisata sehingga pengunjung semakin ramai," kata pemilik kafe Ratu Rembulan.
Pantauan di lapangan, peringatan hari jadi ibukota Sumatera Barat itu dimulai sekitar pukul 19.45 WIB di Danau Cimpago, dihadiri ratusan masyarakat.
Kegiatan diisi dengan berbagai pertunjukan seni tradisi dari budaya dari 104 kelurahan, termasuk dari pihak kepolisian, dan instansi lain.
Pada kegiatan tersebut masing-masing kelurahan juga mengikuti lomba membaca doa untuk kota Padang.
Pertunjukan tidak hanya dari suku Minangkabau saja, namun multi etnis seperti barongsai, dan drama pewayangan dari suku Jawa.
Pewarta: Fathul Abdi
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
