Logo Header Antaranews Sumbar

Listrik Jabodetabek padam, PLN minta marfa

Minggu, 4 Agustus 2019 16:59 WIB
Image Print
Sejumlah pekerja mengoperasikan alat berat untuk menyelesaikan pembangunan konstruksi PLTU Suralaya Unit 9 dan 10 di Suralaya, Cilegon, Banten, Jumat (7/12/2018). Sidang Dewan Energi Nasional (DEN) memutuskan untuk terus mendorong pemerintah mewujudkan tambahan listrik 35 ribu Megawatt (MW) pada 2019 supaya bisa memenuhi target berikutnya memiliki pembangkit 114 Gigawatt (GW) pada 2025 yang menjadi prasyarat menjadi negara industri secara penuh sesuai RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah). ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki/af/foc. (ANTARA FOTO/WELI AYU REJEKI)

Jakarta (ANTARA) - PT Perusahaan Listrik Negara (persero) memohon maaf kepada masyarakat atas padamnya aliran listrik di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang terjadi Minggu mulai pukul 11:48 WIB

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi, saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa Gardu Induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan," kata Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu.

Made menjelaskan penyebab padamnya listrik di wilayah Jabodetabek dikarenakan adanya gangguan Gas Turbin 1 sampai dengan 6 Suralaya yang mengalami trip, sementara Gas Turbin 7 saat ini dalam posisi mati (Off). Selain itu Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin Cilegon juga mengalami gangguan atau trip.

Sedangkan di Jawa Barat juga terjadi gangguan pada Transmisi SUTET 500 kV yang mengakibatkan padamnya sejumlah area diantaranya Bandung, Bekasi, Cianjur, Cimahi, Cirebon, Garut, Karawang, Purwakarta, Majalaya, Sumedang, Tasikmalaya, Depok, Gunung Putri, Sukabumi dan Bogor.

Saat ini PLN sedang berupaya semaksimal mungkin memperbaiki sistemnya agar listrik di wilayah tersebut kembali normal.

“Kami berjanji akan melakukan dan mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki sistem agar listrik kembali normal” kata Made.



Pewarta:
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026