Logo Header Antaranews Sumbar

Penyembelihan Hewan di Sejumlah Masjid Tidak Seragam

Jumat, 26 Oktober 2012 16:04 WIB
Image Print

Jakarta, (ANTARA) - Perayaan Idul Adha 1433 Hijriyah menjadi berbeda dengan perayaan yang sebelumnya, karena tradisi pemotongan hewan kurban tidak serempak dilaksanakan di seluruh masjid di Jakarta. Perayaan Idul Adha, atau dikenal di Indonesia dengan istilah Lebaran Haji, merupakan peristiwa yang identik dengan penyembelihan hewan kurban, yaitu sapi dan kambing. Tradisi pemotongan hewan kurban menjadi rangkaian kegiatan yang tidak boleh ditinggalkan karena merupakan sebuah peringatan peristiwa ketika Nabi Ibrahim mengorbankan putranya, Ismail, kepada Allah. Namun, rangkaian kegiatan penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha 2012 dilaksanakan tidak serempak karena perayaannya jatuh pada Jumat, bertepatan dengan ibadah wajib Shalat Jumat. Sejumlah masjid di Ibukota melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada H+1 atau sehari setelah ibadah Shalat Idul Adha, Sabtu (27/10), salah satunya adalah Masjid Jakarta Islamic Center (JIC). Panitia Idul Adha Masjid JIC akan melakukan penyembelihan 40 sapi dan kambing pada Sabtu pagi karena keterbatasan waktu yang dimiliki pada Jumat. "Kalau penyembelihan dilakukan Jumat, waktunya tidak akan cukup karena harus Shalat jumat, sementara jumlah hewan kurban yang harus disembelih cukup banyak," kata Kepala Sub Bagian Umum JIB, Farid Broto, di Jakarta. Pihak panitia Idul Adha di Masjid JIC tidak sanggup jika harus menyelesaikan penyembelihan 20 sapi dan 20 kambing sebelum waktu Shalat Jumat. Oleh karena itu, pengurus Masjid JIC memutuskan untuk menyembelih hewan kurban dan membagikan dagingnya pada hari yang sama, Sabtu. Dalam pembagiannya, pihak Masjid JIC telah menyiapkan 2.600 kupon untuk satu kilogram daging bagi setiap kuponnya. Sementara itu di Masjid Istiqlal, proses penyembelihan hewan dan pembagian daging kurban dilakukan dalam dua tahap. Pemotongan hewan kurban dilaksanakan di halaman Masjid Istiqlal pada Jumat sore, sementara pembagian dagingnya dilakukan Sabtu pagi setelah Shalat Subuh. Pihak pantia Idul Adha Masjid Istiqlal telah menyiapkan 5.000 kupon untuk kaum dhuafa dan fakir miskin yang tidak mampu berkurban. Mulai Jumat malam, dua buah tenda dan 1.000 kursi akan dipasang oleh petugas Masjid Istiqlal guna memfasilitasi peserta penerima daging hewan kurban Sabtu pagi. "Penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal dilakukan setelah Shalat Ashar, sementara pembagiannya akan dilaksanakan Sabtu pagi setelah Shalat Subuh," kata Sekretaris Badan Pelaksana dan Pengelola Masjid Istiqlal, Subandi, di Jakarta, Jumat. Pembagian daging untuk 5.000 kupon itu akan disesuaikan dengan total jumlah hewan yang akan disembelih, karena pihak panitia Masjid Istiqlal belum menentukan waktu untuk menutup penerimaan hewan kurban. "Kalau masih ada masyarakat yang ingin menitipkan hewan kurban mereka untuk disembelih di Istiqlal kami persilakan," kata Subandi. Hingga Jumat pagi seusai Shalat Idul Adha, panitia kurban di Masjid Istiqlal telah menerima sebanyak 47 sapi dan 36 kambing dari masyarakat di Jakarta dan sekitarnya. Selain Masjid JIC dan Masjid Istiqlal yang melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada waktu yang berbeda, ada pula tempat yang melakukan penyembelihan dalam dua hari. Di Lembaga Permasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta Timur, panitia Idul Adha menggelar proses pemotongan hewan kurban pada Jumat dan Sabtu. Hal itu dilakukan karena keterbatasan waktu di hari Jumat yang diselingi ibadah Shalat Jumat. Hasil daging hewan kurban di LP Cipinang akan dibagikan kepada pegawai LP dan semua penghuninya. Menggunakan jasa RPH Pada perayaan Hari Raya kurban, masyarakat tidak hanya menggunakan penjagal hewan untuk menyembelih sapi dan kambing tetapi juga memanfaatkan jasa rumah pemotongan hewan (RPH), salah satunya adalah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Sebagian besar dari total hewan kurban Pemprov DKI Jakarta, yaitu 21 sapi dan 53 kambing, akan disembelih di RPH Dharmajaya dan dagingnya akan dibagikan kepada sekira 1.000 warga kurang mampu di Ibukota. Puluhan besar hewan kurban itu merupakan hasil kurban dari Gubernur Joko Widodo dan sejumlah pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Tidak semua hewan tersebut akan disembelih, karena sejumlah di antaranya akan diserahkan kepada panti sosial yang ada di Jakarta. Selain menggunakan jasa RPH Dharmajaya, Pemprov DKI Jakarta juga melibatkan sebanyak 750 tenaga pemeriksa hewan, yang terdiri atas 300 orang dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB, 50 orang dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, 10 staf dari Kementerian Pertanian, 116 orang dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan 274 orang dari suku dinas DKP. Rencananya, daging kurban tersebut akan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu di Jakarta, dengan masing-masing orang mendapat 1,5 hingga dua kilogram daging. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026