Turis memanah di arena Festival Pesona Mentawai, terkagum keindahan

id Turis,Surfing,Ombak mentawai,Festival Pesona,Sumbar

Gavin Boehner turis asal Afrika Selatan mencoba busur panah tradisional Mentawai di arena FPM 2019. (Ist)

Mentawai (ANTARA) - Wisatawan mancanegara Gavin Boehner asal Afrika Selatan dan Facundo De Labra asal Argentina kagum dengan keindahan Mentawai terutama budaya dan ombak sangat bagus di Mentawai.

Turis bernama Gavin mengatakan baru pertama kali mengunjungi Kepulauan Mentawai setelah mengetahui keindahan dari seorang rekannya yang pernah ke Mentawai.

"Saya baru pertama kali ke Mentawai, orangnya sangat ramah, bersahabat, juga ombaknya sangat bagus, kemudian budayanya sangat unik dan itu yang menarik bagi saya," kata Gavin Boehner di lokasi pelaksanaan Festival Pesona Mentawai, Kawasan Wisata Mapaddegat, Sabtu.

Gavin Boehner juga mengatakan budaya Mentawai harus dipertahankan. "Sangat unik, dan saya sangat tertarik dengan Mentawai," kata Gavin Boehner yang sudah beberapa hari berada di Mentawai, bahkan sempat mengujicoba busur panah tradisional Mentawai di arena FPM .

Facundo De Labra asal wisatawan asing asal Argentina sudah kali kedua mengunjungi Mentawai, dia sudah sepekan berada di Mentawai bermain surfing.

"Saya sudah dua kali ke Mentawai, dan ombak Mentawai sangat bagus," kata Facundo De Labra, saat berkunjung ke lokasi FPM di Kawasan Wisata Mapaddegat.

Facundo De Labra mengatakan agar keindahan Mentawai tatap terus terjaga. "Budaya Mentawai harus terus dijaga, juga lingkungannya, Mentawai masih natural, masih alami, alamnya masih indah," katanya.

Banyak wisatawan mancanegara terlihat di lokasi FPM di Kawasan Wisata Mapaddegat berkunjung ikut menyaksikan rangkaian acara yang digelar Pemda Mentawai melalui Disparpora Mentawai.

Bahkan ada juga yang penasaran mencoba menggunakan busur tradisional Mentawai (rourou), pada saat lomba panah usai digelar.
Gavin Boehner turis asal Afrika Selatan sedang belajar cara menggunakan busur panah tradisional Mentawai di arena FPM 2019. (Ist)
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar