Logo Header Antaranews Sumbar

Pasaman Barat amankan ketersediaan pangan antisipasi dampak konflik global

Selasa, 28 April 2026 19:40 WIB
Image Print
Pemkab Pasaman Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan saat melakukan gerakan pangan murah di Kecamatan Luhak Nan Duo beberapa waktu lalu sebagai upaya menjaga ketersediaan dan kestabilan harga pangan di daerah itu. ANTARA/HO-Dinas Ketahanan Pangan. (Jaga ketersediaan pangan)

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melakukan sejumlah langkah strategis untuk mengamankan ketersediaan pangan dan stabilitas harga sebagai antisipasi dampak konflik global khususnya di kawasan Timur Tengah saat ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat Ekadiana Oktavia di Simpang Empat, Selasa, mengatakan dampak kenaikan harga pangan global mulai terasa di Pasaman Barat dengan naiknya harga sejumlah pangan.

Untuk itu, katanya, pihaknya melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasinya seperti melakukan gerakan pangan murah di tingkat nagari atau desa.

Gerakan pangan murah itu dilakukan terhadap pangan subsidi dan non subsidi. Jika pangan non subsidi disediakan beras dan minyak goreng sedangkan yang subsidi disediakan beras, minyak goreng, cabai, bawang, telur dan gula pasir.

"Gerakan pangan murah ini dengan menyediakan harga murah dibandingkan harga pasar. Untuk beras kota bekerja sama dengan bulog sedangkan pangan lainnya kita ambil langsung dari petani sehingga harga lebih murah," ujarnya.

Selama 2026 ini pihaknya telah melaksanakan gerakan pangan murah sebanyak 38 kali dengan rincian 30 kali untuk pangan non subsidi dan 8 kali untuk pangan subsidi.

"Kedepannya kita akan melaksanakan 44 kali lagi gerakan pangan murah di sejumlah lokasi di Pasaman Barat," katanya.

Selain itu pihaknya juga melakukan kerja sama dengan daerah produsen pangan seperti Kabupaten Solok untuk penyediaan cabai dan bawang merah.

Pihaknya juga melakukan pemantauan harga pangan secara rutin dan mengadakan rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah.

"Upaya ini mulai menunjukkan hasil karena data BPS angka inflasi Pasaman Barat bulan Maret 2026 adalah 2.74 persen. Angka ini menurun dari bulan Februari dengan angka inflasi 3.81 persen," sebutnya.

Dampak kenaikan harga pangan global itu di Pasaman Barat seperti harga gula pada bulan sebelumnya Rp18 ribu per kilogram, saat ini naik menjadi Rp19 ribu per kilogram, harga minyak goreng kemasan sebelumnya Rp20 ribu per kilogram sekarang naik menjadi Rp22 ribu per kilogram.

Sedangkan harga telur dan daging ayam masih terjadi fluktuasi. Untuk telur berkisar antara Rp52 ribu- Rp54 ribu per tray, dan daging ayam berkisar antara Rp28 ribu-Rp35 ribu per kilogram.

Sedangkan harga cabai masih di batas aman berkisar antara Rp30 ribu-Rp40 ribu per kilogram dan harga bawang berkisar antara Rp30 ribu- Rp40 ribu per kilogram.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026