Polda Sumut selidiki kebakaran pabrik mancis yang menewaskan 30 pekerja

id polda sumut,kebakaran pabrik mancis,pabrik mancis terbakar

Polda Sumut selidiki kebakaran pabrik mancis  yang menewaskan 30 pekerja

Jenazah korban kebakaran pabrik perakitan mancis di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, diboyong ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Jumat (21/6). (Antara Sumut/Foto Munawar)

Medan (ANTARA) - Polda Sumatera Utara bekerja sama dengan Polres Binjai menyelidiki kebakaran pabrik perakitan mancis di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, menewaskan 30 pekerja di perusahaan swasta tersebut.

Kasubdit Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan dihubungi Jumat malam, mengatakan polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi-saksi yang mengetahui peristiwa kebakaran tersebut.

Selain itu, menurut dia, petugas kepolisian mengumpulkan beberapa barang bukti di lokasi kebakaran sebagai bahan penyelidikan.

"Sampai saat ini, belum diketahui penyebab dari kebakaran pabrik mancis itu, apa karena kelalaian dan faktor lainnya.Petugas masih bekerja melakukan pengusutan," ujar Nainggolan.

Baca juga: Keluarga tak kenali korban kebakaran pabrik mancis di Langkat

Ia menyebutkan, mengenai kerugian materil akibat kebakaran pabrik mancis belum diketahui.

Sebelumnya, Satresrim Polres Binjai meminta keterangan dua orang saksi, yakni Agus (45) Alamat Jalan T Amir Hamzah Dusun IV Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, dan Selamat (44) Alamat Jalan Bakti Dusun III Desa Sambirejo, Kecamatan Langkat.

Puluhan jenazah korban kebakaran pabrik perakitan mancis di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Jumat, dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jalan KH Wahid Hasyim Medan untuk dilakukan autopsi untuk mengetahui identitas warga yang meninggal dunia itu.

Jenazah tersebut tiba di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan sekitar pukul 14.30 WIB dibawa dengan menggunakan sejumlah mobil ambulans Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat. Kemudian, dimasukkan ke dalam kamar jenazah oleh beberapa petugas rumah sakit milik Polri.

Mobil ambulans pertama membawa tiga jenazah korban kebakaran, mobil ambulans kedua enam orang korban kebakaran, dan mobil ambulans ketiga membawa delapan orang korban kebakaran, dua orang di antaranya anak-anak.

Baca juga: Korban tewas kebakaran pabrik mancis di Langkat menjadi 30 orang, berikut datanya

Seluruh korban kebakaran tersebut dalam keadaan tidak utuh dan wajah mereka juga tidak dikenali lagi.

Hingga pukul 15.00 WIB, jumlah jenazah korban kebakaran yang masuk kamar mayat RS Bhayangkara Medan tercatat sebanyak 15 orang. Jenazah korban kebakaran selanjutnya akan menyusul dibawa dari Langkat.

Pabrik perakitan mancis yang berada di Desa Sambirejo Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Jumat, sekitar pukul 12.05 WIB musnah terbakar, dan menewaskan puluhan pekerjanya termasuk juga anak-anak yang berada di lokasi pabrik tersebut.

Puluhan karyawan yang berada di dalam rumah tidak sempat keluar, akibatnya semuanya tewas terpanggang.

Api baru dapat dipadamkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Langkat dan tiga unit milik Pemkot Binjai tiba di lokasi.

Baca juga: Korban tewas kebakaran pabrik mancis di Langkat sulit dikenali

Data sementara yang bersumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat, jumlah korban kebakaran perakitan mancis Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat berjumlah 30 orang, yakni Nurhayati, Yunita Sari, Pinja (anak Yunita Sari), Sasa (anak Yunita Sari), Suci/Aseh, Mia, Ayu, Desi/Ismi, Juna (anak Desi), dan Bisma (anak Desi).

Kemudian Dhijah, Maya, Rani, Alfiah, Rina, Amini, Kiki, Priska, Yuni (Mak Putri), Sawitri, Fitri, Sifah (anak Fitri), Wiwik, Rita, Rizki (pendatang), Imar, Lia (mandor), Yanti, Sri Ramadhani,dan Samiati.

Empat orang korban kebakaran yang selamat yakni, Dewi Novitasari, Haryani, Nuraidah, dan Ayu Anitasari.

Baca juga: Kebakaran pabrik mancis di Langkat, seluruh korban tewas perempuan

Baca juga: Korban kebakaran pabrik mancis di langkat 28 tewas, empat selamat
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar