42.868 wisatawan berkunjung ke Solok Selatan, satu objek wisata penyumbang PAD

id objek wisata solok selatan,Hot Water Boom,Libur Lebaran,Gua Batu Kapal

Objek wisata pemandian air panas Hot Waterboom di Kabupaten Solok Selatan dipadati pengunjung saat libur lebaran. (Antara Sumbar/Erik Ifansya Akbar)

Padang Aro (ANTARA) - Sebanyak 42.868 wisatawan berkunjung ke beberapa destinasi wisata di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, selama hari libur lebaran 1440 Hijriah.

"Dari beberapa destinasi wisata yang dikunjungi wisatawan baru Hot waterboom yang menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp111,5 juta," kata Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Solok Selatan, Yolni Hendra, di Padang Aro, Selasa.

Khusus untuk Hot waterboom jumlah pengunjung berjumlah 11.983 orang yang terdiri dari 10.609 pengunjng dewasa dan dipungut biaya masuk perorang Rp 10 ribu, jadinya Rp106.090.000.

Lalu, pengunjung anak-anak sebanyak 1.374 orang dengan biaya Rp4 ribu, jadinya Rp 5.496.000 sehingga lima hari libur Lebaran. Jumlah PAD dikumpulkan sebanyak Rp111.586.000.

Dia mengatakan, kunjungan wisatawan yang tercatat baru di tujuh destinasi wisata dan masih banyak yang lainnya belum terdata.

Tujuah destinasi tersebut yaitu Hot waterboom, Goa Batu Kapal, RTH Muaralabuh, Irigasi Balun, air terjun kembar, Tubing Ducati dan kebun teh Liki.

Sedang beberapa destinasi yang belum ada laporan kunjungannya seperti seribu rumah gadang, embung Lubuak Malako, ikan larangan Buluah Kasok, Ballunau dan lainnya.

"Terus meningkatnya kunjungan wisatawan ke Solok Selatan untuk tujuan berlibur bukti bahwa destinasi wisata yang ada di sini tidak kalah menariknya dibanding daerah lain," katanya.

Pada 2018, katanya, PAD selama libur Lebaran tidak sampai Rp100 juta tetapi tahun ini mencapai Rp111 juta dan ini menandakan meningkatnya kunjungan.

Ia menyebutkan, selain wisatawan lokal dari berbagai daerah, data puluhan ribu pengunjung itu juga berasal dari wisatawan domestik.

Dia menambahkan, untuk meningkatkan PAD dari sektor pariwisata sebaiknya karcis masuk dan Parkir dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah dan ada hitungan persentasenya untuk daerah.

"Ini bukan hanya menambah PAD tetapi juga bisa menghindarkan pungutan liar di destinasi wisata," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar