
Pejabat: Ledakan di Kantor TV Pakistan Tewaskan Tiga Orang

Karachi, (Antara/AFP) - Sebuah bom yang dikendalikan dengan remot kontrol meledak dikantor jaringan televisi di kota Karachi, Pakistan, menewaskan tiga orang dan melukai lima lainnya, kata para pejabat Jumat. Alat peledak, yang yang diledakkan Kamis malam itu, dikemas di dalam sebuah tas di dekat pintu gerbang kantor operator jaringan TV kabel di daerah miskin di timur kota, kata polisi. "Seseorang menaruh tas berisi bahan peledak di dekat gerbang operator televisi kabel dan diledakkan melalui remot kontrol," kata petugas senior polisi Naeem Baroka kepada AFP. "Tiga orang tewas dan lima orang lainnya terluka." Seorang pejabat polisi, Raja Umer Khitab, mengatakan dua kilogram bahan peledak digunakan dalam ledakan itu. "Dua toko dekat kantor operator TV kabel juga rusak," katanya. Para pejabat rumah sakit memastikan beberapa korban tewas. "Kami menerima tiga mayat dan lima korban luka dari situs ledakan di kantor operator TV kabel," kata dokter Seemi Jamali dari Rumah Sakit Jinnah kepada AFP. Kekerasan terbaru di Karachi itu telah memicu kekhawatiran akan ketidakstabilan pada saat negara sedang menuju pelaksanaan pemilihan umum pada Mei. Kota berpenduduk 18 juta itu, yang merupakan pusat bisnis Pakistan, tahun lalu menyaksikan sekitar 2.000 orang tewas dalam aksi kekerasan terkait dengan ketegangan etnis dan politik, yang paling banyak mematikan dalam dua dekade. Pada Kamis pagi, kepolisian Karachi mengatakan mereka telah menembak mati seorang yang diuga komandan kelompok garis keras Tehrik-e-Taliban berkaitan dengan pembunuhan seorang wanita terkemuka yang aktif sebagai pekerja pembangunan. Parveen Rehman, 56 tahun, yang dikenal bekerja di lingkungan masyarakat miskin, dibunuh oleh orang bersenjata berkendaraan sepeda motor di kota saat ia pulang dari bekerja pada Rabu. Polisi juga mengatakan mereka telah menangkap enam gerilyawan Taliban dari kota selatan dan barat pada Kamis, serta menyita bahan peledak dan senjata. "Mereka yang ditangkap termasuk Bashir Ullah, yang adalah seorang dalang pemboman yang mematikan di kawasan Kota Abbas," kata pejabat senior polisi Shahid Hayat, mengacu pada ledakan di lingkungan Syiah pada 3 Maret yang menewaskan 50 orang. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
