Perlancar arus mudik dan liburan, Polres Padang Pariaman dirikan delapan pos

id Operasi Ketupat Padang Pariaman,Poskotik Lebaran,Polres Pariaman

Kasatlantas Polres Padang Pariaman Iptu Yuliadi. (Antara Sumbar/Aadiaat M. S)

Parit Malintang (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mendirikan delapan pos di wilayah hukum instansi itu dalam memperlancar arus mudik dan libur lebaran 2019.

"Kami telah membentuk enam pos keamanan dan dua pos pelayanan dalam Operasi Ketupat Singgalang 2019," kata Kasatlantas Polres Padang Pariaman Iptu Yuliadi di Parit Malintang, Kamis.

Ia merincikan lokasi enam pos keamanan tersebut yaitu di Simpang Bandara International Minangkabau, Simpang Lintas Lubuk Alung, Pasar Lubuk Alung, Simpang Tiga Sicincin, Malibou Anai, dan Simpang Empat Pauh Kambar.

Sedangkan pos pelayanan, lanjutnya berada di Selasar Bandara International Minangkabau dan Pantai Tiram yang dapat digunakan pemudik untuk memperoleh informasi lalu lintas, tempat istirahat, dan tempat pemudik meminta bantuan jika terjadi kendala di jalan.

"Kami juga menetapkan Jembatan Batang Kalu di 2x11 Kayu Tanam sebagai pos pantau," katanya.

Ia menjelaskan ditetapkannya jembatan tersebut sebagai pos pantau karena sarana itu baru selesai dibangun dan dioperasikan sehingga pihaknya mengantisipasi jika terjadi peristiwa yang tidak diinginkan.

Pos pantau tersebut diawasi oleh dua pos pengamanan yaitu Pos Sicincin dan Pos Malibou Anai.

Ia menyampaikan pihaknya telah mengantisipasi lokasi terjadinya kemacetan di wilayah hukumnya yaitu Pasar Lubuk Alung dan Simpang Tiga Pasar Sicincin.

Antisipasi yang dilakukan, lanjutnya yaitu dengan memasang pembatas jalan dan menerapkan rekayasa lalu lintas, serta memberikan petunjuk jalan alternatif yang dipasang di persimpangan.

"Kami pun akan melarang pengendara memakirkan kendaraannya di bahu jalan," ujarnya.

Ia mengimbau pengendara untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas agar tehindar dari kecelakaan dan bersabar ketika mengalami kemacetan agar kondisi tidak semakin parah.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar