Ratusan hektare sawah di Parambahan terancam kekeringan

id sawah kekeringan,sawah di tanah datar,irigasi rusak,sawah tandah hujan

Persawahan di Nagari Parambahan yang sudah alih fungsi lahan menjadi tanam jagung, Kamis. (Antara Sumbar/Etri Saputra)

Batusangkar (ANTARA) - Ratusan hektare lahan pertanian di Nagari Parambahan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat terancam kekeringan akibat rusaknya irigasi yang mengairi lahan pertanian tersebut.

"Jika tidak segera dialiri air, maka tanaman padi masyarakat bisa mati hingga tidak bisa dijadikan sawah lagi," Kata Wali Nagari Parambahan Robi Yasdi di Batusangkar, Kamis.

Ia mengatakan lahan pertanian yang terancam kekeringan itu mencakup empat Jorong. Yakni Jorong Tigo Batur, Jorong Kubu Manganiang, Jorong Kubu Batanduak, Jorong Tigo Niniak.

"Namun yang terparah berada di dua Jorong yaitu Jorong Tiga Batur dan Jorong Kubu Manganing sekitar 100 hektare lahan," ujarnya.

Menurutnya, lahan pertanian yang terancam kekeringan tersebut adalah lahan tadahan hujan. Selama ini warga hanya mengandalkan air hujan untuk bercocok tanan.

Namun, katanya, karena tidak lancarnya irigasi menuju persawahan tersebut menyebabkan masyarakat setempat beralih dari tanam padi ke tanam lain seperti tanaman jagung dan ubi-ubian.

"Sambil menunggu bantuan dari pemerintah daerah kami mengalihkan tanaman ke tanaman jagung dan ubi, tergantung keyakinan warga mau bercocok tamam apa," katanya.

Ia mengaku rusaknya saluran irigasi pertanian tersebut sudah dilaporkannya kepada Pemkab Tanah Datar dan berharap dapat segera diperbaiki.

"Kita berharap bantuan dari pemda, agar lahan persawahan masyarakat bisa teraliri air dengan irigasi yang lancar sehingga produksi padi dan ekonomi masyarakat terangkat," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar