Ratusan hektare sawah di Tanjung Ameh Tanah Datar kekeringan akibat kemarau

id Bakhtiar,kekeringan,sawah kekeringan,tanah datar,sumbar

Wali Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tanjung Ameh, Bakhtiar. (Antara Sumbar/Etri Saputra)

Batusangkar, (ANTARA) - Ratusan hektare sawah milik petani di Jorong Sungai Salak, Kecamatan Tanjung Ameh, Kabupaten Tanah Datar, SumateraBarat mengalami kekeringan setelah lebih dari sebulan hujan tidak turun di daerah itu.

"Sawah di Jorong Sungai Salak sebagian besar merupakan lahan tadah hujan. Warga hanya mengharapkan air hujan bila hendak ke sawah, kalau musim panas seperti ini terpaksa dibiarkan saja hingga musim hujan tiba," kata warga setempat, Malin Sirah (45) di Batusangkar, Jumat.

Akibat kondisi ini sekitar 150 hektare lahan pertanian di daerah itu terpaksa dibiarkan liat atau menganggur.

Bahkan ada juga lahan warga yang terpaksa dibiarkan keras selama setahun, karena petani tidak mungkin memaksakan bertanam padi kalau tidak memungkinkan terjangkau air.

"Saat musim panas ini karena ke sawah tidak memungkinkan, warga setempat menggantungkan hidupnya dengan mengambil getah karet," katanya.
Lahan persawahan yang kering di Jorong Sungai Salak, Nagari Koto Tangah, Kabupaten Tanah Datar. (Antara Sumbar/Etri Saputra)


Sementara Wali Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tanjung Ameh Bakhtiarmembenarkan 150 hektare lahan pertanian di Jorong Sungai Salak kekeringan sehingga berdampak kepada ekonomi warga setempat.

"Hujan yang tak kunjung turun terpaksa lahan warga menganggur akibat tidak mendapatkan pasokan air yang memadai," katanya.

Untuk mengalirkan air ke sawah warga sebelumnya telah dilakukan upaya peninjauan lokasi oleh pemerintah daerah untuk membuatkan saluran irigasi.

"Namun upaya itu sepertinya tidak berhasil, karena dari hitungan mereka membutuhkan biaya yang cukup banyak," kata Bakhtiar.

Ia mengatakan lahan pertanian masih dibiarkan menganggur disebabkan para petani khawatir jika mereka memaksakan menanam justru akan gagal panen, karena air tidak mencukupi sehingga lahan dibiarkan menganggur untuk mengantisipasi kerugian. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar