
Polda Sumut Selidiki Nomor Telepon Peneror KPU

Medan, (Antara) - Kepolisian Daerah Sumatera Utara menyelidiki nomor telepon yang digunakan untuk mengirimkan pesan berisi teror dan ancaman akan meledakkan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi. Usai mengunjungi kantor KPU Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Senin, Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro mengatakan, pihaknya sedang memanfaatkan sejumlah teknologi untuk mengetahui pemilik nomor telepon tersebut. Namun, untuk kepentingan penyidikan, pihaknya tidak menjelaskan secara teknis tentang upaya menelusuri nomor telepon yang mengirimkan pesan teror itu. "Sedang kita cari dan pelajari. Namun saya tidak mau sampaikan teknisnya," kata Kapolda. Ia mengatakan, setelah mengetahui pesan teror tersebut, pihaknya meningkatkan pengamanan di kantor instansi penyelenggara Pemilu dan pilkada itu. Pihaknya juga meningkatkan kewaspadaan di berbagai lokasi lainnya guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat mengganggu tahapan pilkada Sumut. "Kita terus berupaya meningkat pengamanan dan kewaspadaan," katanya. Sebelum meninggalkan kantor KPU, Kapolda Sumut memberikan pengarahan untuk seluruh perwira Polresta Medan yang berada di kantor KPU untuk meningkatkan kewaspadaan. "Seluruhnya harus 'standby' di lapangan," katanya di hadapan Wakapolresta Medan AKBP Pranyoto, kabag Operasional Polresta Medan Kompol Sugeng Riyadi, dan Kasat Narkoba Polresta Medan Kompol Donny Alexander. Dalam pengamanan itu, terlihat kendaraan taktis milik Satuan Brimob Polda Sumut disiagakan di depan kantor KPU Sumut. Sejumlah personel Satuan Brimob Polda Sumut juga memeriksa tas dan setiap barang yang dibawa masuk ke kantor KPU Sumut. Sebelumnya, Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution menerima pesan singkat melalui nomor telepon tidak dikenal yang menyatakan akan meledakkan kantor instansi penyelenggara Pemilu itu. Pesan singkat atau SMS itu diterima pada Jumat (8/3) malam sekitar pukul 23.30 WIB dari kelompok yang mengaku memiliki senjata api dan bom yang siap meledak dan akan dipergunakan untuk alasan yang berkaitan dengan upaya pembelaan terhadap pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Selain akan meledakkan bom di kantor KPU Sumut, pengirim pesan itu juga mengancam akan meledakkan bom di Hotel JW Marriot dan kantor Konsulat Jenderal AS di Medan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
