.830 personel Satlinmas diturunkan jaga TPS di Pasaman

id Pemilu

Personel Linmas di Kabupaten Pasaman dan dilanjutkan foto bersama. (Ist)

Lubuksikaping (ANTARA) - Sebanyak 1.830 personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dikerahkan untuk menjaga 915 Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilpres dan Pileg di Kabupaten Pasaman, masing-masing TPS dua orang.

Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama di Lubuksikaping, Kamis mengatakan, Pemkab Pasaman menyatakan siap mengawal dan menyukseskan pelaksanaan Pemilu serentak 17 April nanti. Bersama dengan TNI dan Polri, ia menjamin pesta demokrasi lima tahunan itu akan berjalan lancar.

"Untuk itu, saya meminta Linmas netral dalam menjalankan tugas. Hal ini diperlukan agar pelaksanaan pemilu berjalan aman dan lancar. Pasaman, siap menyukseskan Pemilu serentak," ujarnya.

Ia mengatakan, pemilu merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota legislatif DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupatan/Kota tentunya kita berharap tahapan Pemilu 2019 ini akan berlangsung Jurdil dan Luber, tambahnya.

Atos berharap seluruh petugas Linmas mampu menjalankan tugas yang sangat mulia itu, sehingga semangat kebersamaan dalam membangun bangsa serta daerah Kabupaten Pasaman yang saiyo sejahtera, agamis dan berbudaya dapat terwujud lahir dan batin.

"Linmas harus netral. Jangan terlibat langsung dalam kampanye mendukung salah satu capres maupun caleg. Meskipun linmas punya hak pilih, tapi harus mengedepankan netralitas," ujarnya.

Peran Linmas, kata dia, sangat penting pada saat pelaksanaan pemungutan suara. Yakni mengamankan TPS dan kotak suara.

Tentulah bukan pekerjaan mudah, karena dibutuhkan loyalitas, dedikasi dan keberanian yang tinggi.

"Oleh karenanya, netralitas perlu dijunjung tinggi. Itu kuncinya," imbuhnya.

Dalam menjalankan perannya, Wabup meminta Linmas untuk bersinergi dengan Babinsa dan Babinkamtibmas juga masyarakat di wilayah masing-masing untuk menciptakan suasana yang aman dan damai selama pemilu.

"Laporkan segera kepada aparat kepolisian maupun TNI jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Tegur dan ingatkan secara santun namun tegas, setiap pihak yang berusaha menggagalkan pelaksanaan pemilu di TPS," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar