Logo Header Antaranews Sumbar

Pelaksanaan UNBK SMA hari pertama di Pasaman Barat lancar

Senin, 1 April 2019 14:32 WIB
Image Print
Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama di SMA Negeri 2 Pasaman Kabupaten Pasaman Barat berjalan lancar, Senin (1/4).

Simpang Empat, (ANTARA) - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama di Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah Negeri yang ada di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) berjalan lancar.

"Hingga sesi kedua, siswa tidak menemukan kendala yang berarti. Tidak ada gangguan listrik atau jaringan internet," kata Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Pasaman, Gustrizal di Simpang Empat, Senin.

Menurutnya, meskipun tahun ini pihaknya perdana melakukan UNBK namun tidak ditemukan kendala yang berarti.

Ia mengakui masih minimnya sarana komputer maka dalam ujian sekolah membagi siswanya dalam tiga sesi yang ditempatkan di dua ruangan.

Bahkan untuk mengoptimalkan pelaksanaan ujian, pihak sekolah terpaksa menyulap laboratorium biologi menjadi laboratorium komputer untuk sementara waktu.

"SMA Negeri 2 Pasaman melaksanakan UNBK perdana tahun ini dengan segala keterbatasan. Meskipun untuk memenuhi kekurangan komputer sekolah harus meminjam tiga puluh unit laptop milik siswa dan guru," sebutnya.

Ia menyebutkan saat UNBK hari pertama hingga sesi kedua seluruh peserta bisa menjalankan ujian secara tertib dengan tingkat kehadiran 100 persen.

Untuk UNBK perdana sebanyak 217 siswa bisa mengikuti ujian dengan lancar.

Ia berharap pada hari berikutnya tingkat kehadiran bisa 100 persen dan tidak ditemukan kendala.

Ia menjelaskan sebelum memulai UNBK, sekolah sudah melakukan beberapa kali simulasi dan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sehingga siswa bisa terbiasa menggunakan komputer saat UNBK.

Selain itu pihaknya juga berupaya mengoptimalkan pengetahuan materi siswa melalui belajar tambahan dan sekolah sore yang sudah digelar beberapa bulan lalu.

Ke depan sekolah berharap mereka bisa mendapatkan bantuan sarana pendukung UNBK seperti komputer dari pemerintah.

"Dengan harapan UNBK tahun depan bisa lebih efektif dan tidak meminjam laptop lagi kepada siswa atau majelis guru," harapnya.

Ia menambahkan saat ini kebutuhan komputer untuk UNBK sekitar 80 unit, sementara komputer milik sekolah hanya berjumlah 50 unit.

Salah seorang peserta UNBK, Adi membenarkan hari pertana UNBK tidak menemukan kendala yang berarti.
"Tidak ada kendala dan jaringan internet lancar," katanya singkat. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026